BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI menyebutkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi salah satu provinsi yang terdampak krisis perubahan iklim, sehingga tutupan lahan di daerah perlu ditambah untuk mengurangi lahan kritis yang ada di Babel.

Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGS) dan Riset Lingkungan KLHK RI, Hendri Bastaman mengatakan krisis perubahan iklim tersebut disebabkan naiknya suhu permukaan air laut.

“Karena itu KLHK RI mengantisipasi krisis perubahan iklim dengan menambah tutupan lahan melalui penanaman bibit pohon serentak di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya di Bangka Belitung,” katanya kepada media usai menghadiri penanaman bibit pohon di Desa Payung, Kabupaten Bangka selatan, Minggu (14/1/2024).

Baca Juga  PWI Basel Kembali Kenalkan Dasar Jurnalistik ke Puluhan Peserta Perkemahan Wirakarya III

Ia mengatakan kegiatan penanaman ini sangat penting untuk mengantisipasi krisis perubahan iklim di seluruh wilayah Indonesia, setelah sebelumnya kita menghadapi krisis pandemi COVID-19 dan krisis ekonomi.

Oleh karena itu KLHK RI menargetkan seluruh area wilayah Indonesia yang memiliki kerentanan perubahan iklim akan dikurangi dampaknya dan sebanyak apapun bibit pohon yang dibutuhkan untuk penghijauan akan di maksimalkan.