“Selain itu kami juga punya target FoLU Net Sink 2030 yang bisa berkontribusi secara signifikan dalam pengurangan dampak perubahan iklim,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika dilihat dari indeks kualitas lingkungan hidup, Babel menjadi salah satu daerah yang cukup baik menjaga lingkungan. Namun jika dilihat dari indikatornya, salah satunya tutupan lahan itu perlu dijaga secara sustainable, meski kualitas udara air dan laut di Babel sudah cukup baik.

“Tutupan lahan di Babel perlu ditambah dan dijaga agar bibit tanaman yang ditanam bisa tumbuh dan bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakatnya,” ujarnya.

Dan upaya lain dari KLHK RI dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim di seluruh wilayah Indonesia, yakni dengan melihat langsung dari berbagai aspek, di mana kerentanan-kerentanan harus dijaga seperti misalnya di banyak wilayah dan Kepulauan Babel khususnya karena sebagian wilayah itu pesisir, seperti mangrove yang harus ditingkatkan tutupannya meski sebelumnya sudah berjalan.

Baca Juga  Tahun 2025 APBD Bangka Selatan hanya Rp900 Miliar

“Atas saran Bapak Presiden RI Joko Widodo, 600 ribu hektar mangrove akan kita rehabilitasi di seluruh wilayah, karena itu salah satu upaya mitigasi kita dari dampak perubahan iklim dan naiknya air laut. Aspek- aspek lain selain perubahan iklim, energi dan pertanian juga akan kita perhatikan dengan menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya.**