Namun demikian, masyarakat juga diimbau untuk tetap mengetahui standar dari pelayanan minimal menghadapi potensi bencana alam hingga cara evakuasinya, tentunya dengan dukungan pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota dalam memberikan pelayanan informasi rawan bencana.

Safrizal juga mengatakan bahwa ke depan pihaknya akan melakukan penanaman pohon di area lahan kritis, sebagai upaya mitigasi bencana banjir dan longsor.

“Kita akan tanam satu juta pohon di tahun 2024 ini, mudah-mudahan ini membantu mengurangi lahan kritis, karena berdasarkan data Indeks Lingkungan Hidup dari KLHK pada tahun 2023, kita berhasil menutup lahan kritis hampir 30.000 hektare lahan,” pungkasnya. (**)

Baca Juga  Rugikan Negara Rp650 Juta, Kanwil DJP Sumsel-Babel Tetapkan 2 Tersangka Tindak Pidana Perpajakan