“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukur lah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)

Derajat Ibu di Sisi Allah Swt

Ibu, Ibu, Ibu lalu kemudian Ayah. Ungkapan ini sudah sering kita dengar di kalangan umat Muslim, sebab ini tercantum dalam hadis Rasulullah Saw yang berbunyi:

“Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, beliau bertanya kepada Rasulullah Saw: “Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?” Nabi menjawab: “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab: “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab: “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab: “Ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya”.”(HR. Al Bukhari)

Baca Juga  Hikmah Ketulusan Sedekah karena Allah

Berdasarkan hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa kedudukan atau derajat seorang ibu di sisi Allah dan Rasul-Nya sangatlah tinggi. Tak heran jika kemudian doa ibu menjadi mustajab, terlebih doa ibu yang ia panjatkan untuk anaknya.

Selain hadis di atas, ada pula hadis lain yang menegaskan derajat seorang ibu di sisi Allah dan Rasul-Nya. Dalam hadis ini disebutkan bahwa saking bernilainya seorang ibu hingga ada surga di bawah telapak kakinya.

“Dari Mu’awiyah bin Jahimah As-Sulami, ia datang menemui Rasulullah Saw. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, saya ingin ikut berperang dan saya sekarang memohon nasihat kepadamu.” Rasulullah Saw lalu bersabda: “Kamu masih punya ibu?” Mu’awiyah menjawab: “Ya, masih.” Rasulullah Saw bersabda: “berbaktilah kepada ibumu (lebih dahulu), karena sungguh ada surga di bawah kedua kakinya”.” (HR. An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Baca Juga  Ganjaran dan Besarnya Tanggung Jawab Mengasuh Anak Perempuan

Allah juga menggantungkan rida-Nya kepada rida seorang ibu. Barangsiapa mendapatkan rida seorang ibu, maka ia juga akan mendapatkan rida Allah. Sebegitu besarnya Allah memberi penghargaan bagi seorang ibu, hingga menjadikan ibu perwakilan-Nya untuk memberikan rida-Nya pada seorang manusia. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad Saw berikut.

“Rida Allah tergantung pada rida orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Hasan At-Tirmidzi)
(Dilansir dari Dompetdhuafa.org)