5 Cara Menahan dan Mengendalikan Emosi Diri saat Marah
3. Aktivitas fisik dan olahraga
Cara mengendalikan emosi juga bisa dengan berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik dapat menjadi saluran positif untuk melepaskan energi dan stres yang terkait dengan emosi. Olahraga mampu merangsang pelepasan endorfin, hormon yang dapat meningkatkan mood dan meredakan ketegangan emosional.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dimuat dalam jurnal ilmiah berjudul The Effects of Physical Activity on Positive Emotions in Children and Adolescents: A Systematic Review and Meta-Analysis. Penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Environmental Research and Public Health tersebut menyebutkan, anak dan remaja yang melakukan olahraga rutin lebih dapat mengembangkan emosi positif.
Ketika intensitas latihan melebihi ambang ventilasi (VT), persepsi organ visceral secara signifikan dapat memengaruhi pengalaman emosional orang yang aktif secara fisik. Sehingga latihan fisik ataupun olahraga mempunyai efek terapeutik terhadap emosi.
Tidak hanya bentuk latihan, durasi latihan juga dapat memengaruhi emosi. Olahraga dalam waktu yang terlalu singkat tidak memberikan efek kelegaan secara signifikan. Begitu juga jika durasi olahraga berkepanjangan, dapat memicu steroid androgenik-anabolik (AAS).
ASS ini justru dapat menyebabkan seseorang menjadi mudah marah dan agresif, yang berpotensi memicu emosi negatif. Oleh karena itu, durasi latihan untuk anak-anak dan remaja harus dibatasi lebih dari 30 menit tetapi sebisa mungkin kurang dari 60 menit.
Mau tahu mengenai fakta-fakta menarik seputar anger issues? Baca di artikel ini: “Mengenal Anger Issues: Gejala, Penyebab, dan Jenisnya“.
4. Pengelolaan waktu dan prioritas
Rasa tertekan dan terlalu banyak tanggung jawab dapat menciptakan ketegangan emosional. Aturlah waktu dengan bijak, tetapkan prioritas, dan ketahui batas diri. Dengan mengelola waktu secara efektif, kamu dapat mengurangi beban emosional yang dapat memicu kemarahan atau frustrasi.
5. Komunikasi yang efektif
Berbicara secara terbuka dan jujur tentang perasaanmu dapat membantu mencegah penumpukan emosi yang tidak sehat. Praktikkan komunikasi yang efektif dengan orang-orang di sekitar, sehingga kamu dapat mengungkapkan diri tanpa menekan emosi yang mungkin merusak hubungan interpersonal.(Dilansir dari Halodoc.com)
