BANGKA, TIMELINES.ID — Perguruan Silat Pulau Kelapa akan menandatangani kerja sama Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pendekar Termasek Academy (PTA) asal Singapura.

Dalam moment penandatanganan kerja sama bertajuk “Gagasan Kebangkitan Silat Tradisi” Pelatih Utama Pengurus Besar Perguruan Silat Pulau Kelapa, Budi Firmansyah, berkata tawaran kerja sama tersebut merupakan kehormatan tersendiri yang diterima oleh pihaknya.

“PTA ini sebuah organisasi yang bergerak di bidang pencak silat yang berada di Singapura, yang dikomandani oleh abang kita, Muhammad Iskandar Muda. Beliau seorang pesilat, mantan atlet juara dunia, yang belajar silatnya pun dari Indonesia, yaitu silat Cimande, Jawa Barat,” ungkap Budi, saat diwawancara di Sungaliat, Kabupaten Bangka, Minggu (21/1/2024) sore.

Baca Juga  Geger! Pegawai P3K di Belinyu Akhiri Hidup di dalam Pondok

Budi mengatakan awal mula Pulau Kelapa diajak bergabung dengan PTA, setelah dirinya berbincang-bincang dengan CEO PTA mengenai kondisi pencak silat yang ada di Indonesia saat ini, khususnya di Bangka Belitung.

Kemudian, kesamaan visi untuk mengembalikan ruh pencak silat sebagai akar budaya Melayu, lantas membuat keduanya bersepakat untuk saling bekerja sama.

“PTA ini ternyata punya cita-cita besar untuk mengembalikan lagi pencak silat sebagai akar budaya, jadi bukan hanya bagian dari olahraga silat saja. Tapi beliau pun (CEO PTA-pen) ingin mengembalikan ruh silat ini. Saya juga cerita tentang kondisi pencak silat di sini, akhirnya beliau terpanggil lah, dan mengajak kerja sama, dengan harapan Pulau Kelapa ini melalui PTA bisa lebih berkembang di luar negeri,” terang Budi.

Baca Juga  6 Atlet Menembak Perbakin Babel Lolos Pon Aceh 2024

Selain Perguruan Silat Pulau Kelapa kata Budi saat ini sudah ada beberapa perguruan silat yang ada di beberapa negara lainnya ingin bergabung dengan PTA yang saat ini sudah terakses di beberapa negara seperti Inggris, Madagaskar, Hawai dan Jepang.

“Sebetulnya sekarang ini sudah ada beberapa negara yang menunggu ingin bergabung ke PTA, yakni dari London dan Filipina,” ujar Budi yang berharap dengan bergabungnya Pulau Kelapa di PTA, maka perguruannya dapat lebih dikenal di luar negeri, sehingga membuat orang tertarik untuk mempelajari silat asli tanah Bangka yang mulai muncul sejak tahun 1928 hingga saat ini.