Cara Mengatasi Keputihan yang Tidak Normal, Kenali Ciri-Cirinya Ini
Lalu, apa penyebab keputihan menjadi tidak normal? Berikut ini beberapa penyebabnya:
a. Kurang menjaga kebersihan vagina.
b. Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis (bukan katun), sehingga berkeringat dan memudahkan timbulnya jamur.
c. Terlalu sering mengenakan pakaian yang ketat.
d. Membilas vagina dari arah anus ke arah depan vagina.
e. Sering mandi dan berendam dengan air hangat dan panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat.
f. Tidak menjalani pola hidup sehat.
g. Menderita penyakit tertentu seperti, kanker serviks, diabetes, infeksi menular seksual dari klamidia atau gonore.
h. Mengonsumsi pil KB dan obat kortikosteroid.
i. Terlalu sering memakai sabun atau lotion beraroma, mandi busa, dan membersihkan vagina dengan semprotan air.
j. Vaginal douche atau pencucian vagina menggunakan cairan kalium permanganat yang murah ataupun cairan antiseptic dapat menimbulkan keputihan.
Sebaiknya segera menemui dokter jika Sahabat MIKA mengalami keputihan yang tidak biasa dengan disertai gejala tertentu, seperti sakit perut, demam, kelelahan, peningkatan buang air kecil, hingga berat badan turun secara tiba-tiba.
Cara mengatasi keputihan yang tidak normal
Sebenarnya vagina telah memiliki keseimbangan keasaman vagina dan bakteri. Meski begitu, tetap ada kondisi yang membuat seseorang bisa terkena keputihan abnormal.
Untuk itu, sebaiknya Sahabat MIKA menghindari membasuh vagina menggunakan sabun beraroma, cairan antiseptik atau ramuan herbal karena akan menyebabkan keseimbangan terganggu sehingga membunuh atau malah membuang bakteri baik.
Hal ini dapat menimbulkan keputihan abnormal, karena bakteri baik telah mati, sehingga tidak lagi memiliki pertahanan yang cukup terhadap infeksi.
Untuk menjaga kebersihan vagina, Anda hanya perlu mencucinya dengan sabun yang lembut serta air hangat di bagian luarnya. Jangan memasukkan sabun langsung ke dalam vagina, ya!
Selain itu, ketika membasuh organ kewanitaan, usaplah dari depan ke belakang, bukan malah sebaliknya. Tujuannya untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina yang menyebabkan infeksi.
Seringkali keputihan sulit diobati, karena penyebabnya bermacam-macam. Cara terbaik adalah mengunjungi dokter untuk pengambilan cairan keputihan di laboratorium klinik.
Terkait pengobatan yang tepat untuk mengatasinya, dokter yang memutuskan pilihan antibiotik yang tepat untuk Anda.
Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan pemeriksaan, terutama pemeriksaan panggul untuk mengetahui kondisi organ reproduksi wanita, seperti vagina, rahim, dan serviks, dan rahim.(***)
