“Tapi yang paling penting waktu kampanye tidak boleh menggunakan fasilitas negara,” ucapnya.

Jokowi menyebut presiden bukan hanya sebagai pejabat publik, tetapi juga pejabat polisi. Dia menilai keberpihakan terhadap salah satu kandidat Capres-Cawapres merupakan hal yang wajar.

“Kita ini pejabat publik sekaligus pejabat politik, masa berpolitik nggak boleh, boleh. Menteri juga boleh,” tukasnya.(**)

Baca Juga  KPK Tangkap Pejabat Basarnas dan 7 Orang Terkait OTT di Cilangkap-Bekasi