“Tidak ada lagi ASN yang lamban bekerja, terutama dalam melayani masyarakat. Bekerja dengan mengoptimalkan waktu dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

ASN yang beritegritas ibarat mesin penggerak birokrasi. Dengan implementasi Core Values BerAKHLAK di seluruh Indonesia, akan membentuk sosok ASN yang kompeten dan profesional, termasuk para pendidik.

Pendidik memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter anak bangsa. Sehingga, integritas adalah mutlak. Tidak berintegritas mengakibatkan berbagai kerugian, mulai dari kerugian kecil hingga kerugian terbesar.

“Ada banyak hal yang diakibatkan dari abdi negara yang tidak berintegritas dan ini sudah banyak contohnya, seperti stunting, kriminal, pengangguran, hutang luar negeri, kerusakan alam hingga kemiskinan massive. Kerugian ini semua disebabkan karena tidak adanya integritas pada diri,” ujarnya.

Baca Juga  Pelatih Sepak Takraw Babel Siapkan Strategi Jelang Pertandingan Perdana di PON 2024

Core Values BerAKHLAK adalah akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif. Pada poin kedua, yakni Akuntabel menjelaskan 3 hal.

Pertama, melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi. Kedua, menggunakan kekayaan dan Barang Milik Negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien. Dan ketiga, tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan.

“Untuk berintegritas harus menjaga profesionalitas melalui 4 hal, yakni kualifikasi pendidikan, kompetensi, kinerja dan disiplin. Keempat hal ini kita jaga karena sebagai ASN kita harus berorientasi pelayanan kepada masyarakat. ASN yang berintegritas dapat memastikan pelayanan publik berjalan dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.(**)