Sebelumnya telah dijelaskan bahwa stres yang tidak terkendali dapat memicu munculnya berbagai penyakit atau bahkan memperparah malasah kesehatan yang sedang diderita. Nah, berikut ini adalah beberapa penyakit yang dapat muncul atau dipengaruhi oleh stres:

Sakit kepala

Stres adalah pemicu paling umum berbagai jenis sakit kepala, baik sakit kepala tegang, migrain, maupun sakit kelapa cluster. Stres juga diketahui dapat memperburuk sakit kepala yang sedang dialami.

Untuk mengatasi sakit kepala akibat stres, Anda dapat mengambil langkah-langkah sederhana dengan teknik relaksasi di atas. Selain itu, mengelola stres dengan baik juga dapat mencegah sakit kepala kambuh kembali.

Depresi

Stres yang tidak terkendali dan berkepanjangan bisa membuat Anda tertekan dan seiring waktu bisa memicu depresi. Bila Anda merasa putus asa, tidak stabil secara emosional, tubuh terasa lelah dan lesu, hingga tidak nafsu makan, bisa jadi Anda sedang depresi.

Baca Juga  Maksimalkan Hari Minggu Ini Pentingnya Istirahat Mental

Bila berbagai teknik relaksasi di atas tidak mampu meredakan gejala depresi yang Anda alami, cobalah konsultasikan kondisi Anda ke psikolog atau psikiater.

Sakit jantung

Stres juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan masalah jantung. Stres berat yang terjadi tiba-tiba dan berdampak secara emosional juga dapat memicu serangan jantung.

Hal tersebut terjadi karena saat stres, jantung berdetak lebih cepat dan aliran darah meningkat. Tingkat stres yang tinggi bahkan dapat memicu pola hidup tidak sehat, seperti makan secara berlebihan, konsumsi minuman beralkohol, dan kebiasaan merokok, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terserang penyakit jantung.

Penuaan dini

Gaya hidup yang penuh tekanan dapat memicu respons peradangan di tubuh dan mengganggu pola tidur. Selain itu, hormon stres dan peradangan juga dapat memicu munculnya tanda-tanda penuaan dini.

Baca Juga  3 Destinasi Wajiba Jika Berkunjung ke Kintamani Bali

Diabetes

Penderita diabetes tipe 2 perlu waspada bila mengalami stres. Stres yang berkepanjangan dapat memicu naiknya kadar gula darah. Stres juga bisa membuat penderita diabetes tidak memerhatikan pola makan yang dikonsumsi, sehingga memicu naiknya gula darah.

Stres dapat dialami siapa saja dan terjadi kapan saja. Dengan melakukan relaksasi secara rutin setidaknya 15 menit setiap harinya, Anda dapat mengendalikan atau mencegah stres sebelum memberikan dampak lebih jauh terhadap kesehatan Anda.

Jika stres yang Anda alami tidak kunjung reda setelah melakukan berbagai metode relaksasi di atas atau Anda mengalami gejala depresi atau masalah kesehatan lain yang disebabkan oleh stres, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikiater agar dapat diberikan penanganan.(Dilansir dari Alodokter.com)