“Areal lahan kritis ini storynya bekas tambang pada tahun 90- an dan cocok ditanam kayu putih ini karena persentase tumbuhnya tinggi untuk golongan di lahan yang miskin hara. Daunnya bisa untuk minyak kayu putih setelah dilakukan proses penyulingan dan di Babel sudah kita lakukan uji coba dengan hasil sangat bagus karena kadar sinyalnya 0,5-0,6 sesuai standar Indonesia,” terang Muchtar.

Muchtar jiga berharap semoga tanaman ini dapat tumbuh sehingga areal lahan kritis di kawasan PLUT Dinas KUKM Babel ini bisa menjadi ruang terbuka hijau yang nanti dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Semoga bisa kita rawat bersama agar nantinya menjadi salah satu ruang terbuka hijau di kota Pangkalpinang yang di desain sebaik mungkin agar bisa jadi penambahan indeks kualitas lahan di Babel,” harapnya.

Baca Juga  Diduga Langgar Jabatan, Perwira dan Anggota Polres Bangka Dimutasi?

Sebelumnya BPDAS Baturusa-Cerucuk juga sudah melakukan penanaman 2.000 bibit pohon buah-buaham di lahan eks tambang kawasan Lintas Timur Pangkalpinang dan merehabilitasi mangrove. (**)