BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID – Kasus kekerasan pada anak, khususnya kasus perundungan atau bullying pada level pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dianggap rentan menyasar korbannya terutama di usia 16 hingga 15 tahun ke bawah. Tak heran, apabila Pemerintah RI menghimbau sekolah di Indonesia untuk memiliki program pencegahan dan penanganan tindakan kekerasan di sekolah.

Terkait hal ini, SMP Negeri 1 Koba, Kabupaten Bangka Tengah memiliki program Kanti Bekisah untuk mewujudkan sekolah ramah anak. Perdana di tahun 2024, digelar kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan tindakan kekerasan di sekolah serta penguatan keterampilan dasar Dukungan Psikologis Awal (DPA) Kanti Bekisah dalam mewujudkan sekolah ramah anak di Ruang Pertemuan Lantai 2 SMPN 1 Koba pada Selasa (6/2/2024).

Baca Juga  Viral! Video Seorang Siswi SD di Pangkalpinang Di-bully Sekelompok Pelajar

Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari dimana pada hari pertama melibatkan perwakilan orangtua murid kelas 7 dan 8 SMPN 1 Koba yang memiliki kepedulian yang tinggi, dan hari kedua melibatkan murid kelas 7 dan 8 SMPN 1 Koba serta murid dari sekolah lain.

Kepala SMPN 1 Koba, Hana Meilani mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pencegahan penanganan kekerasan di sekolah.

“Program ini untuk mencegah pembullyan, kekerasan fisik, kekerasan verbal maupun seksual kepada siswa dan pemerintah memang mengimbau, agar semua sekolah memiliki program ini. Kita sosialisasikan kepada pemangku kepentingan sekolah, seperti dinas pendidikan, orang tua, siswa dan guru,” tambahnya.