Lebih lanjut Hana mengatakan, kegiatan ini adalah komitmen sekolah untuk melibatkan orang tua, agar lebih peduli kepada anak dan lingkungannya.

“Kita mulai dengan sosialisasi dan pelatihan ini, karena kasus kekerasan pada anak sekolah tidak bisa hanya ditangani dinas pendidikan, guru dan sekolah, perlu peran serta semua pihak, terutama orang tua,” tuturnya.

“Kita bisa lihat masih ada kasus perundungan, perkelahaian, bahkan pelecehan seksual, ini orangtua yang harus tahu duluan, sehingga bisa kita atasi bersama-sama,” tambahnya.

Hana menambahkan, orang tua yang dilibatkan ini nantinya akan menjadi bagian dari sistem untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental anak dan mencegah anak menjadi korban kekerasan.

Baca Juga  Terpilih sebagai Wabup, Era Susanto Siap Laksanakan Perintah Bupati, M. Irham Ngaku Legowo

“Semoga program ini bisa mencegah dan menangani kasus kekerasan di sekolah dan semua pihak bisa semakin peduli pada anak,” imbuhnya. (**)