Hendry juga menuturkan jika Pemilu bukanlah sekedar seremonial politik belaka yang menafikan partisipasi politik masyarakat.

“Masyarakat menjadi subjek dalam proses Pemilu, sehingga dibutuhkan juga peran masyarakat terkait pengawasan partisipatif yang dilakukan untuk mewujudkan warga negara yang aktif dalam mengikuti perkembangan pembangunan demokrasi,” tambahnya.

Hendry menambahkan pengawasan juga menjadi sarana pembelajaran politik yang baik bagi masyarakat pemilih.

“Bagi masyarakat dengan terlibat dalam pengawasan pemilu secara langsung, mereka dapat mengikuti dinamika politik yang terjadi. Dan secara tidak langsung, belajar tentang penyelenggaraan Pemilu dan semua proses yang berlangsung,” tuturnya.

“Selain itu, bagi penyelenggara Pemilu juga kehadiran pengawasan masyarakat yang masif secara psikologis akan mengawal dan mengingatkan mereka untuk selalu berhati-hati, jujur ​​dan adil dalam menyelenggarakan Pemilu,”imbuhnya. (**)

Baca Juga  BKIPM Pangkalpinang Ekspor Perdana 10 Ton Udang Kipas ke Australia