Literasi dan Numerasi Energi Positif untuk Negeri
B. Tahap (A)mbil Pelajaran
Pelaksanaan tindakan aksi nyata ini penulis mengambil hal positif di dalam kelas. Siswa melakukan literasi 15 menit sebelum memulai pembelajaran. Kegiatan ini penulis lakukan untuk membiasakan budaya literasi agar siswa terbiasa untuk membaca dan menjadi pembaca yang baik. Kegiatan 15 menit ini dilaksanakan bukan semata-mata membaca buku teks pelajaran. Siswa bebas memilih buku apa yang mereka ingin baca. Sebagai awal membiasakan diri siswa untuk membaca.
C. Tahap (G)ali Mimpi
Pada tahap ini penulis memusatkan target dengan membiasakan siswa dengan budaya literasi 15 menit sebelum memulai pelajaran siswa dapat lebih kreatif dan bernalar kritis dalam menggali informasi.
D. Tahap (J)abarkan Rencana
Setelah membiasakan diri anak untuk membaca 15 menit sebelum pelajaran di mulai penulis melanjutkan membuat perencanaan untuk literasi digital dengan memanfaatkan media IT yang ada di sekolah berupa laboratorium komputer dan LCD proyektor. Jadi siswa dapat menggali informasi melalui literasi digital sesuai dengan ide, kreativitas dan kebutuhan siswa.
E. Tahap Atur Eksekusi
Tahap ini adalah tahap dimana penulis ingin berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk melaksanakan literasi di sekolah agar dapat menjadi budaya positif yang bisa dipertahankan sesuai dengan tujuan dari penulis.
F. Hasil Kegiatan Aksi Nyata
Dari kegiatan aksi nyata ini siswa mulai menunjukkan kemauannya untuk membaca dan menggali informasi dari literasi yang sudah dilakukan.
G. Pembelajaran dari Pelaksanaan (Keberhasilan Maupun Kegagalan)
Perubahan adalah suatu proses menuju sebuah keberhasilan. Keberhasilan yang dalam kegiatan ini dapat dilihat dari minat siswa untuk memulai pembelajaran dengan membaca. Penulis tidak memungkiri bahwa dalam setiap usaha yang dilakukan terdapat kegagalan dan rintangan yang menghadang.
Hal ini adalah suatu kewajaran, Merubah segala sesuatu tidaklah seperti membalikkan telapak tangan. Perlu waktu dan kesabaran, keyakinan, kontinuitas serta memiliki jiwa pantang menyerah dalam mewujudkannya. Penulis menghadapi beberapa kesulitan dalam mewujudkan budaya literasi ini. Contohnya menumbuhkan minat beberapa siswa untuk membaca.
H. Rencana Perbaikan di Masa Mendatang
Setelah penulis merefleksi kegiatan ini, perlu kiranya penulis menindak lanjuti hasil pelaksanaan tersebut sebagai tolok ukur keberhasilan dan juga sebagai media untuk memperbaiki diri dan juga memperbaiki proses pembelajaran dimasa yang akan datang. Penulis akan melakukan berbagai perbaikan terutama sekali dalam hal menumbuhkan motivasi siswa dalam menumbuhkan minat baca yang tinggi dan menerapkan literasi sebelum memulai pembelajaran.
Rustam Hadi, M.Pd dan Raudya Setya Wismoko Putri, M.Pd
