Kemerosotan Akhlak, Etika dan Moralitas Pelajar
Kalimat yang sering saya terima dari orang-orang tua, tokoh-tokoh masyarakat, bahkan seorang guru. Tidak jauh dari kalimat bahwa “junjung tinggi adab, ketika hanya berilmu tapi tanpa adab kita tidak akan dipakai orang lain dimanapun, karena yang pertama dilihat adalah adabmu terhadap orang lain terutama orang yang lebih tua. Siapun itu.”
Paradigma saya saat ini terhadap akhlak, etika dan moralitas mahasiswa yang mulai merosot, tentunya harus ada upaya-upaya yang digunakan dalam menghadapi problematika saat ini.
Mahasiswa yang sadar akan kemerosotan ini haruslah bergerak mengupayakan bagaimana supaya akhlak dan etika yang baik harus tertanam dalam diri seorang pemuda khususnya mahasiswa. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkannya didunia organisasi dan forum lainnya mengenai pemahaman akan pentingnya etika dan penekanan bahwa akhlak, etika, adab dan moral harus selalu dijunjung tinggi.
Sehingga kesadaran akan baik buruknya prilakunya dapat menggeser pemikiran seorang mahasiswa tersebut akan setiap ucapan, perbuatan atau tindakan yang dilakukannya. Sehingga wujud kesadaran akhlak, etikan dan moral yang baik dapat diimplementasikan dalam seluk beluk kehidupan di manapun ia berkiprah. Namun, peran civitas akamedika sangat menopang keberhasilan dalam memperbaiki kemerosotan etika mahasiswa.
Namun, para akademisi seperti para dosen, tenaga kerja jurusan, fakultas bahkan universitas juga harus mencerminkan sebagai orang tua yang patut menjadi contoh bagi mahasiswa, bukan justru menjadi teladan yang kurang baik dalam setiap proses mahasiswa.
Tenaga kerja ataupun dosen dan sebagainya dikalangan kampus baik itu jurusan, fakultas dan jenjang vertikal lainnya yang merupakan orang tua bagi mahasiswa dikampus haruslah memberikan cerminan yang dapat dicontohkan, bukan memberikan contoh yang tidak patut diteladani.
Jangan sampai orang tua mahasiswa di dunia pendidikan khususnya didunia kampus memberikan teladan yang tidak baik. Ketika orang tuanya didunia pendidikan memberikan contoh dan teladan yang kurang baik, secara tidak langsung mahasiswa sebagai anak-anaknya didunia pendidikan mempelajari sifat keteladanan yang tidak baik itu.
Maka saya sebagai mahasiswa tentunya merasakan sedikit banyaknya dinamika kehidupan di kampus, dan yang memang kita butuhkan adalah orang tua/dosen yang memotivasi, memberikan teladan yang baik dan bukannya justru memberikan teladan yang kurang baik ataupun melemahkan semangat dan usaha mahasiswa dalam berposes dan berkembang.
Jadi, peranan penting dalam membentuk dan memperbaiki akhlak, etika, adab dan moral seorang pemuda terkhususnya mahasiswa adalah tugas kita sebagai orang-orang yang sadar akan pentingnya akhlak bagi orang yang berilmu ataupun orang yang sedang menuntut ilmu.
Marwan, Mahasiswa Hukum, Kader HMI Komisariat Universitas Bangka Belitung Cabang Bangka Belitung
