BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Lebih dari 10 unit ponton yang kerap dipakai untuk menambang pasir timah sudah beberapa pekan terakhir lego jangkar atau parkir di pesisir Pantai Batu Rakit, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar).

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada Senin (19/2/2024) siang, total ada 12 unit ponton yang berada di daerah itu. Dua unit terlihat berada di atas pasir pesisir, sisanya di perairan.

Cukup kontras pemandangan yang disajikan saat dilihat dari Kelurahan Tanjung. Ada keindahan pantai, ponton tambang pasir timah dan kapal feri yang sedang lego jangkar sembari menunggu jam operasional untuk kembali berangkat dari Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok. Kondisi ini turut disoroti salah seorang masyarakat bernama Jeje.

Baca Juga  Gerakan Indonesia ASRI, Polres Bangka Barat Gelar Aksi Bersih Pantai di Batu Rakit

Pria berusia 43 tahun asal Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka itu berharap adanya tata kelola yang dilakukan. Terlebih kepada Pemkab Babar pimpinan H. Sukirman dan Bong Ming untuk dapat memisahkan antara kawasan wisata dan areal pertambangan timah.

“Kebetulan sedang ada kerjaan di sini (Mentok-red) dan menginap. Jadi saya sempatkan nyantai ke sini (Pantai Batu Rakit-red), lihat-lihat pantai sambil makan otak-otak, asyik kan. Cuma saya lihat, banyak ponton tambang parkir, ini kan merusak pemandangan,” ujar Jeje, Senin (19/2/2024) sore.

Jeje meyakini, kawasan tersebut bukan areal pertambangan lantaran satu hamparan dengan objek wisata Pantai Batu Rakit. Hal senada juga dikeluhkan masyarakat setempat bernama Yudit. Pria yang kesehariannya berprofesi nelayan dan kerap mencari ikan di daerah itu.

Baca Juga  Disbudpar Bangka Barat Bangkitkan Ekonomi Kreatif Lewat Festival UKM