“Kalau ponton itu setahu saya baru ada beberapa hari parkir, masuk kawasan Pantai Baru, bukan Batu Rakit lagi. Cuma masalahnya, ini mengganggu kita nelayan mencari ikan karena tidak bisa menebar pukat di sana,” ujar Yudit kepada wartawan.

Yudit tak mengetahui persis ponton itu milik siapa. Begitu pula kawasan itu apa masuk Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk atau tidak. Namun demikian, nelayan merasa amat terganggu dengan kehadiran ponton tambang di perairan tersebut.

“Beberapa waktu lalu, pukat teman kita ada yang dihantam speedboat milik orang yang hendak mengecek ponton ke arah tengah. Makanya selain sangat menganggu pemandangan, juga kami nelayan kena dampaknya,” ujar lelaki berusia 38 tahun tersebut.

Baca Juga  Cekcok di Atas Ponton, Penambang di Tempilang Tusuk Rekan Kerja dengan Pisau Dapur

“Kemudian kalau bisa parkirnya jangan pencar, dekatkan saja jadi kami nelayan leluasa pasang pukat. Ini sudah agak mendingan, kemarin itu pisah-pisah, ada yang di tengah-tengah dan pinggir, setelah kami bilang sudah agak menepi dan dekatan,” jelasnya. (**)