Tanggul Kolam Retensi Mentok Amblas, Warga Duga Dibangun asal Tempel
Edi Jinggo, sapaan akrabnya meminta ahli kontruksi untuk memastikan serta mengecek langsung jika memang pernyataannya adalah fitnah. Yang pasti dalam hal ini, Edi tidak mau salahkan dan menjatuhkan siapapun.
“Dengan keadaan masih hujan saat ini, yang paling saya takutkan jika tanggul jebol bisa jadi air bah, membahayakan, mati orang semua. Kami tidak paham masalah administrasi, biaya, teknis, yang kami minta ini bagus dan bukan malah akan menimbulkan korban,” ujar dia.
Oleh karena itu, ia harap pemerintah di dalam proyek tersebut bisa mengambil tindakan cepat. Andai dinilai tidak bisa berfungsi maksimal, mending tidak ada sama sekali dan dirobohkan saja. Toh, lebih baik tidak ada sehingga ketika banjir terjadi, kondisinya tidak ada penahan air.
“Mewakili masyarakat Kampung Ulu ya silahkan buktikan sendiri ucapan saya. Asalkan dia berpikir netral dan positif, tidak pojokan siapa-siapa, bahaya tidak itu. Debit air bukan 1 sampai 2 liter tapi tendangan air itu besar, jangan sampai sudah ada korban, baru gerak,” ujarnya.
“Kalau bisa diambil tindakan jelas. Apa dirobohkan semua atau diperbaiki, jika mau dirobohkan kita (masyarakat) siap bantu dari pada ada korban. Sekali lagi ini demi kebaikan bersama, saya justru senang adanya upaya pemerintah dan bangun proyek ini, asal profesional,” jelasnya.(**)
