Membaca Alquran (qiraah) secara banyak. Di bulan Ramadan, targetnya adalah untuk menyelesaikan tiga puluh juz. Strategi yang dapat dilakukan adalah membagi tiga puluh juz menjadi tiga puluh bagian, yang berarti menargetkan untuk membaca satu juz setiap harinya.

Kemudian, satu juz dapat dibagi menjadi lima bagian, yaitu sebelum dan setelah setiap waktu sholat. Jika strategi ini konsisten dilakukan, maka di akhir Ramadan insyaallah dapat menyelesaikan tiga puluh juz Alquran.

Tilawah, yaitu membaca dan mengkaji Alquran. Banyak pahala yang didapatkan saat melakukan tilawah. Selama tilawah, rahmat Allah Swt. dibentangkan sehingga doa akan cepat dikabulkan dan ketika memohon ampun akan diampuni. Selain itu, orang yang melakukan tilawah akan diberikan ketenangan dalam jiwa.

Baca Juga  Amalan Sholat Istikharah dan Isyarat Petunjuk dari Al-Qur’an

Amanlan bulan ramadhan: berinfak dan bersedekah

Di bulan Ramadan, disarankan untuk meningkatkan infak dan sedekah karena waktu yang mulia ini akan melipatgandakan pahala setiap amalan hingga 700 kali lipat dikalikan sepuluh. Selain itu, infak dan sedekah juga dapat membantu banyak orang yang membutuhkan, terutama di masa pandemi saat ini.

Dalam hadis Ibnu Abbas r.a., disebutkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau bertambah kedermawanannya di bulan Ramadan ketika bertemu dengan malaikat Jibril, dan Jibril menemui beliau di setiap malam bulan Ramadan untuk mudarosah (mempelajari) Al-Qur’an” (HR. Al-Bukhari).

Baca Juga  Hukum Shalat Tanpa Niat Secara Lisan

Oleh karena itu, kita juga harus meningkatkan rasa kedermawanan kita dengan memberikan infak dan sedekah sebanyak yang kita mampu. Tidak hanya dengan uang, tetapi juga dengan memberikan makanan kepada orang yang berpuasa, seperti yang disebutkan dalam hadis:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Artinya: “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini sahih).

Kesimpulan

Terdapat banyak amalan bulan ramadhan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Salah satu amalan penting adalah berinteraksi dengan Alquran, seperti membaca dan mengkaji Alquran. Selain itu, perbanyaklah infak dan sedekah, karena di bulan Ramadan setiap amalan akan dilipatgandakan pahalanya, serta dapat membantu orang yang membutuhkan, terutama di masa pandemi saat ini.

Baca Juga  6 Amalan untuk Perempuan Haid di Bulan Ramadhan

Rasulullah SAW. dikenal sebagai orang yang sangat dermawan dan bahkan bertambah dermawan lagi di bulan Ramadan. Oleh karena itu, kita semua diharapkan untuk meniru teladan beliau dengan meningkatkan rasa kedermawanan kita dan memberi kepada orang yang membutuhkan, baik dengan uang maupun dengan makanan.(Dilansir dari Bnp.jambiprov.go.id)