KESEHATAN, TIMELINES.ID– Kurang minum air putih dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang serius.Penting untuk memahami akibat-akibatnya, termasuk beberapa penyakit akibat kurang minum air putih, dan bagaimana efek kurang minum air putih dapat memengaruhi tubuh, terutama pada ginjal.

Setiap orang membutuhkan asupan cairan yang cukup setiap hari. Secara umum, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan untuk minum sekitar 8 gelas air putih berukuran 230 ml atau sekitar 2 liter per hari.

Namun, jika kamu aktif bergerak, berolahraga, atau tinggal di iklim tropis, kamu mungkin membutuhkan lebih banyak lagi.

Berikut beberapa dampak yang mungkin terjadi jika kamu kurang minum air putih:

1. Dehidrasi

Kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat memengaruhi kesehatan ginjal kamu. Kehilangan sekitar 3% cairan dari berat badan dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi di mana tubuh kekurangan cairan, terutama dari air putih.

Baca Juga  5 Penyebab Sering Menguap Meski Tak Mengantuk

Gejala dehidrasi meliputi rasa haus yang berlebihan, mulut kering, kulit kering, dan urin berwarna lebih gelap dari biasanya.

2. Penurunan performa fisik

Dampak dehidrasi dapat menyebabkan penurunan kinerja fisik, napas tersengal-sengal, peningkatan suhu tubuh dan detak jantung, serta cepatnya terkurasnya energi.

Akibatnya, kamu juga lebih mudah merasa lelah saat melakukan aktivitas fisik, yang dapat mengganggu rutinitas sehari-hari.

3. Gangguan pencernaan

Kurang minum air putih dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sembelit. Buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu adalah tanda kalau kamu sedang sembelit.

Ini terjadi karena asupan cairan yang berkontribusi untuk melancarkan sistem pencernaan berkurang, alhasil tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses makanan. Asupan air yang cukup penting untuk menjaga sistem pencernaan kita berfungsi dengan baik.

Baca Juga  Apakah Air Putih Hangat Bisa Meredakan Batuk? Ini Jawabannya