Ini Kata Ketua TPP usai Amin Terpilih Aklamasi Jadi Ketum KONI Bangka Barat
“Itu adalah kualitas secara seleksi alam, secara seleksi individu, secara kapasitas, kompetensi dan jiwa pengorbanan sudah harus di depan. Karena pemimpin KONI itu mau tidak mau dibutuhkan jiwa perjuangan, dalam hal ini pengorbanan,” ujarnya.
“Banyak sisi pengorbanannya, baik materi, non materi, dukungan keluarga dan seterusnya. Bila persyaratan dianggap berat sehingga hanya muncul satu calon, itu konsekuensi, keinginan TPP bahwa seorang calon ketua KONI memang harus punya nilai lebih,” ujar dia.
Selain itu, faktor penyebab lainnya, dan mungkin memberatkan karena orang sudah melihat prestasi yang sudah dicapai pada Porprov VI Babel 2023 lalu. Ini menjadi beban tersendiri untuk orang-orang baru mencalonkan diri sebagai ketua KONI.
“Dengan terpilih kembali Pak Amin ini, saya harap ke depan ada peningkatan prestasi dari yang telah dicapai di Porprov VI lalu. Apa indikator prestasinya? itu adalah event-event resmi seperti Porprov kemarin. Kan kita mampu,” ungkap Bambang.
“Apapun sebabnya, bentuk perjuangan yang ada, secara secara prestasi ada di peringkat 2 Porprov, itu adalah sejarah baru. Persoalannya adalah mampu nggak dipertahankan atau ditingkatkan di periode berikutnya? Dengan kepemimpinan yang sama itu juga bukan berupa jaminan,” imbuh dia.
Menurut dia tim yang solid tentu jadi syarat wajib untuk prestasi yang bagus. Maka, tema Musorkab ini “Organisasi Sehat Mewujudkan Prestasi Olahraga”. Artinya bila organisasi berjalan baik dan solid, maka prestasi olahraga akan bisa diwujudkan.
“Harapan untuk periode ke depan tentu minimal bisa mempertahankan lah. Ukuran prestasi di peringkat kedua (Porprov VI), syukur bisa di peringkat pertama di masa mendatang,” tutupnya. (**)
