Terkait konflik jual beli lahan ini dirinya berharap tidak terjadi perpecahan di antara masyarakat Desa Labuh Air Pandan dan dapat diselesaikan dengan musyawarah. Edi juga sudah melayangkan surat permintaan audiensi ke Pj Bupati Bangka untuk menindaklanjuti permasalahan yang terjadi di desanya.

“Kami sudah melayangkan Surya ke PJ Bupati Bangka untuk audiensi agar permasalahan ini tidak semakin jauh terjadi,” ucapnya.

Selain itu pihaknya juga sudah mengajukan LO (pendapat hukum-red) kepada Kejari Bangka untuk mengetahui kejelasan status 400 hektar lahan kosong yang berada di wilayah administratif Desa Labuh Air Pandan.

“Sudah sudah kami layangkan LO ke Kejari Bangka. Kami ingin tahu status lahan tersebut,” katanya.

Bahkan dengan adanya konflik pelepasan lahan antara masyarakat dengan Oknum Calo ini, pihak BPD sudah mendesak Kades Labuh Air Pandan, Tarmizi untuk bersikap. Namun hingga saat ini belum direspon oleh Kades.

Baca Juga  Begini Kronologi Bocah 9 Tahun Tewas usai Tenggelam di Kolong Airtelang

“Tiga hari kemarin kami sudah meminta kades sebagai pemimpin tertinggi di sini untuk bersikap terkait jual beli lahan ini. Tapi belum mendapatkan respons juga. Jadi kami tidak tahu arahan dari kades hingga saat ini,” akunya.

Sementara Kadus Balai, Saibol mengatakan dirinya mengetahui aksi jual beli lahan tersebut dari masyarakat di Dusunnya. Saibol mengaku kaget ketika mendengar pernyataan beberapa warganya yang sudah menerima ganti rugi lahan senilai Rp.20 juta tanpa mengetahui keberadaan lahannya.

“Iya warga saya bilang mereka sudah terima uangnya dan malah mereka sendiri ga tau di mana lahan yang dijual belikan itu. Saya ga tau kepada siapa mereka lepaskan lahan tersebut. Entah ada atau tidak hitam di atas putihnya dan kepada pihak siapa mereka ga kasih tau,” terang Saibol.

Baca Juga  35 Anggota DPRD Bangka Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

Kisruh di antara masyarakat semakin meruncing ketika terjadi serangan isu yang menyerang Pemerintah Desa Labuh Air Pandan. Sehingga saat ini tingkat kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah Desa terus menurun terkait status lahan negara tersebut.

Sekretaris BPD Labuh Air Pandan, Zulfan mengaku serangan isu hoax di kalangan masyarakat terjadi begitu tajam sehingga masyarakat mengalami krisis kepercayaan kepada Pemdes.

“Luar biasa katanya pihak desa dapat uang Rp.200 juta dari perusahaan, ada yang bilang kami dapat ini itu. Tapi sejauh ini mereka tidak bisa membuktikan isu tersebut. Karena memang tidak ada dan kami fitnah. Jadi masyarakat tidak lagi percaya dengan pemerintah desa saat ini. Ini sangat disayangkan,”ungkapnya.

Baca Juga  Pemkab Bangka Gelar Pasar Murah Subsidi, Cuma Rp92 Ribu Saja

Hal senada juga diungkapkan Kasi Kesra Pemdes Labuh Air Pandan, Suhari dan Kasi Pemerintahan, Mimo. Menurutnya hampir 400-an jumlah Kepala Keluarga di Desa Labuh Air Pandan termakan fitnah tak bertanggung jawab yang menyerang perangkat desa.

Dirinya sangat menyayangkan dengan kehadiran oknum oknum yang bergerilya ke masyarakat untuk melepas lahan akan menjadi cikal bakal perpecahan antar masyarakat Desa Labuh Air Pandan.

“Kami ingin masyarakat kami tetap rukun dan damai. Jangan sampai ada perpecahan nantinya hanya masalah lahan ini. Dan harus dicarikan solusinya,” tutupnya.(east)