Senandika: Sembilan Hari Tanpa Engkau, Berteman Lagu Cinta (Bagian 5)
Dua hal yang bertolak belakang, bahagia dan sedih. Sepanjang Sabtu ini, dirimu belum menghubungiku. Mungkin sibuk, ya. Namun, aku masih merajut renjana.
Seharian itu tak mendengar kabarmu.
Kala rembulan telah bertengger di singgasananya, juga membuat mataku menjadi terlalu lengket untuk dibuka. Rasanya ada lem korea yang menempel di kelopaknya. Ditambah lagi, suasana gerimis dan basah mendukung untuk memejamkan mata. Dengan mengucap bismillah, aku memejamkan mata, mengistirahatkan jiwa dan raga. Berharap mimpi indah dan terlelap tanpa beban.
Aku ingin healing juga bersamamu, walau dalam keadaan tidur. Mimpi menjelajah negeri orang. Berkunjung ke tempat nan indah, mencoba berbagai kulinernya. Semua itu kurasakan hanya di dalam tidur. Hingga aku terbangun keesokan harinya. Selamat bermimpi semuanya, semoga semua makhluk berbahagia. Seperti aku yang merajut renjana menunggu hadirmu.
Fajar Indah, 01 Maret 2024
