Berkata adalah mengeluarkan isi kepala. Perkataan adalah cermin isi kepala. Maka hati-hatilah dalam berkata. Seharusnya begitu yang diamalkan dia yang telah membuat masygul ini. Namun, sudah berapa kali kata entahlah untuk kalimat yang keluar dari mulutnya. Padahal dulu sudah kulupakan satu nama tentang dirinya.

Sejenak aku tersadar ketika kidung cinta telah memanggil umat-Nya untuk berserah diri. Semoga dirimu pun merasakan setiap lagu indah itu berkumandang. Ingat aku yang selalu menjawilmu untuk segera berlalu ke rumah Allah. Di sini, aku selalu bersenandika tentangmu.

Selamat beraktivitas wahai segala zat bernyawa yang telah diciptakan. Semoga semua makhluk berbahagia, termasuk dirimu. Ahad cerah, secerah akshay tempat mega berarak gembira mengemban tugas dari Sang Penciptanya. Secerah senyummu menyambut hari berlalu.

Baca Juga  Kututupi Luka

Fajar Indah, 01 Maret 2024