Melestarikan Budaya Bangsa dalam Prespektif Ketahanan Nasional Indonesia
Hal tersebut akan membantu dalam menghadapi upaya-upaya yang ingin memecah-belah kesatuan bangsa dengan memanfaatkan isu-isu perbedaan dan konflik antar budaya.
Dalam konteks ketahanan nasional, melestarikan budaya bangsa juga memiliki dampak positif dalam memperkuat ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Warisan budaya benda maupun tak benda seperti situs sejarah peradaban masa lampau, kerajinan tradisional, seni pertunjukan, kuliner, literatur kearifan lokal dan keunikan pariwisata beserta tradisi masyarakat sekitarnya memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan ekonomi lokal dan nasional.
Dengan mempertahankan dan mengembangkan budaya lokal, masyarakat dapat meraih keberlanjutan ekonomi yang berkesinambungan dan mengurangi ketergantungan pada sektor ekonomi tertentu, sehingga meningkatkan ketahanan ekonomi suatu bangsa.
Lebih dari itu, melestarikan budaya juga berperan dalam menjaga lingkungan alam dan keberlanjutan sumber daya alam. Budaya tradisional sering kali mengandung nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga lingkungan, seperti sistem pertanian berkelanjutan, pengelolaan air, dan konservasi alam.
Dengan melestarikan budaya, masyarakat akan lebih cenderung untuk menjaga lingkungan hidup dan memanfaatkannya secara berkelanjutan, sehingga mendukung upaya menjaga ketahanan sumber daya alam dalam jangka panjang.
Namun, dalam proses melestarikan budaya bangsa, beberapa tantangan juga perlu dihadapi. Globalisasi dan arus informasi yang semakin cepat dapat mengancam kelangsungan budaya lokal karena adanya tekanan untuk mengadopsi budaya luar yang seringkali bertentangan dengan budaya lokal.
Oleh karena itu, pendekatan yang seimbang antara modernitas dan tradisi sangat diperlukan agar budaya lokal tetap dapat berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
“Masa depan Indonesia ditentukan oleh keunggulan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki nilai budaya, memahami dan menguasai mekanisme pengembangan serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.” (BJ.Habibie, Presiden RI ke 3)
Pernyataan BJ.Habibie di atas memberikan pesan untuk bangsa bahwa pentingnya pemajuan nilai budaya, dan mengakomodasi perubahan dalam dinamika sosial dan teknologi yang merupakan salah satu tantangan dalam melestarikan budaya.
Perubahan pola hidup masyarakat, pengaruh media massa, dan perkembangan teknologi sering kali menimbulkan perubahan dalam cara masyarakat menjalankan aktivitas budaya.
Untuk itu, perlu dorongan kolektif (kita semua) untuk pemajuan kebudayaan, dan adaptasinya agar tradisi-tradisi budaya dapat tetap hidup dan berkembang sejalan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan keasliannya, untuk memperkokoh ketahanan Nasional bangsa Indonesia.
“Lestari Budaya Bangsa Memperkokoh Pertahanan dan Ketahanan Nasional”
Heri Suheri, Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum S1 Universitas Terbuka, UPBJJ-UT Pangkalpinang
