Pentingnya Kaum Muda Terlibat dalam Penyelenggaraan Pemilu
Oleh: Istiya Marwinda, S.I.P, M.H
Pemilu dirasa sangat strategis bagi usia muda dalam mengisi kekosongan pekerjaan.
Akan ada 28.812 petugas (KPPS) Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara nantinya akan direkrut oleh KPU Bangka Belitung.
Jumlah cukup besar untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemillu 2024 yang juga akan tersebar ke tujuh kabupaten kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Integritas KPU juga harus diperhatikan dalam proses penyelenggaraan ini. Karena tidak sedikit juga pengrekrutan yang akan dilaksanakan. Demi kelancaran demokrasi maka persiapan penyelenggara pemilu tidaklah gampang.
Kejadian pada periode Pemilu 2019 silam, harus menjadi intropeksi bagi KPU. Momen pemilu serentak pertama 2019 lalu diharapkan akan memiliki banyak kelebihan, namun ternyata yang malah timbul banyak korban dan permasalahan.
Berkaca pada proses periode silam, KPU memang harus berbenah. Tidak mudah menjalankan pemilu serentak dengan aman dan baik-baik saja.
Pada teorinya memang benar bahwa pemilu serentak akan memberikan nilai efisiensi dari berbagai bidang. Seperti menghemat anggaran, lalu bisa menekan konflik atau dialegtika. Tapi, harus ditinjau dan evaluasi lagi bahwa semua adalah atas dasar demi kepentingan rakyat.
Energi yang dikeluarkan dalam proses Pemilu 2024 akan melelahkan pastinya, yang mana tidak jauh berbeda dari Pemilu 2019 lalu. Kita lihat lagi pada periode Pemilu 2019 banyak sekali petugas pemilihan dari ataupun penyelenggara pemilu yang tumbang akibat kelelahan.
Jadwal kerja yang padat, bekerja tanpa waktu. Bahkan kalua diingat tidak sedikit yang juga meninggal dunia. Kalaukan itu perang, mereka bisa dibilang gugur di medan perang.
Artinya banyak korban yang menjadi tumbal sebuah pesta demokrasi. Harusnya tidak sembarangan orang yang menjadi anggota penyenggara pemilu beserta jajaran-jajarannya.
Tapi perbaikan adalah penyesuaian terbaik dalam sebuah evaluasi. Mari kita lihat bagaimana evaluasi ini dapat melibat banyak pihak dalam upaya menjalankan pesta demokrasi dengan penuh integritas dan hati-hati.
Kita tidak boleh mengulang kejadian yang membuat banyak petugas pemilu gugur. Kita bukan perang melainkan menjalani sistem demokrasi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Penulis kira, inilah saatnya peran kaum muda untuk dapat mengisi kekosongan tersebut. Melibatkan pemuda sangatlah penting dalam proses demokrasi.
Pemuda sudah siap dilibatkan dalam penyelenggara pemilu maupun peserta pemilu. Jika memang KPU harus memilih petugas pemilu harusnya libatkan banyak pemuda.
Karena karakter pemuda yang mempunyai semangat, etos kerja yang tinggi, kesiapan secara fisik dan juga memang sedang dalam upaya pencarian pekerjaan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.