9 Cara Menurunkan Deman yang Efektif Untuk Anak dan Orang Dewasa
6. Kenakan pakaian yang ringan dan longgar
Apakah selama ini Anda terbiasa memakai pakaian tebal dan selimut berlapis-lapis selama demam?
Mulai sekarang, coba ubahlah kebiasaan tersebut dengan cukup mengenakan pakaian yang ringan dan longgar sehingga Anda pun dapat beristirahat secara lebih nyaman. Ini merupakan cara menurunkan demam yang tepat
Mengenakan pakaian yang terbilang ringan ini merupakan salah satu upaya untuk mempercepat penurunan panas. Kemudian apabila Anda merasa kedinginan, lapisi saja tubuh dengan selimut secukupnya.
7. Mandi air hangat
Saat terserang demam, jangan khawatir untuk mandi, ya! Sebab pada dasarnya, mandi merupakan cara menurunkan demam dan sakit kepala secara alami yang mudah dilakukan.
Untuk memperoleh efek yang lebih maksimal, gunakanlah air hangat saat mandi agar uapnya mampu membantu menurunkan suhu badan.
Akan tetapi, jika memang tidak memungkinkan, Anda juga bisa cukup lap seluruh tubuh dengan kain yang sebelumnya telah dibasahi air hangat.
8. Minum obat penurunan demam
Cara menurunkan demam dan sakit kepala selanjutnya yaitu dengan minum obat-obatan yang dijual bebas di apotek seperti paracetamol atau ibuprofen.
Namun pastikan juga agar Anda mengonsumsinya sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera di kemasan, ya. Ingatlah juga bahwa:
Jangan konsumsi obat melebihi dosis yang direkomendasikan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari risiko sejumlah masalah kesehatan yang cukup serius di kemudian hari.
Catat kapan saja waktu Anda minum obat demi memastikan bahwa Anda tidak minum terlalu banyak obat tersebut selama 24 jam.
9. Istirahat yang cukup
Cara menurunkan demam secara alami yang terakhir yaitu dengan mendapatkan istirahat dan tidur dengan cukup.
Hal ini penting mengingat tercukupinya kebutuhan tidur dengan baik merupakan salah satu cara meningkatkan imunitas tubuh yang efektif dalam melawan infeksi.
Jadi, pastikan untuk memiliki waktu tidur yang baik dan cukup yakni minimal 7 hingga 9 jam, ya.
Selain itu, hindari melakukan berbagai aktivitas fisik yang berat, setidaknya hingga kondisi kesehatan Anda benar-benar pulih.
Lalu, Kapan Harus ke Dokter?
Sebagai catatan, apabila demam tak kunjung membaik dalam beberapa hari setelah mengonsumsi obat penurun demam atau pereda nyeri, sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter.
Berkonsultasi dengan dokter juga sangat dianjurkan, terutama apabila Anda mengalami beberapa gejala tambahan seperti muntah terus-menerus, leher kaku, mata sensitif terhadap cahaya, sesak nafas, hingga timbul ruam atau bercak kemerahan pada kulit.
Perlu diingat, mendapatkan diagnosis demam secara tepat sangat penting agar penanganan yang seharusnya dapat segera dilakukan berdasarkan penyebab pemicunya.
Di samping itu, penanganan sedini mungkin tentunya juga dapat membantu menekan kemungkinan kondisi menjadi semakin parah. (***)
