●Segera mematikan sumber arus listrik dan melepaskan diri dari aliran listrik.
●Membersihkan luka dengan air mengalir yang bersih atau air matang selama 15 menit.
●Jika muncul lentingan, hindari memecahkan lentingan tersebut sendiri.
●Menghindari mengoleskan pasta gigi, air dingin, es, atau zat lain pada luka bakar.
●Tidak mengorek luka terbuka sendiri.
●Menjaga kebersihan luka.
●Mengonsumsi air putih yang cukup.
●Mengonsumsi makanan sehat, seperti buah-buahan dan sayuran.

Penanganan medis dari dokter:

●Pemeriksaan jalan napas (airway), status pernapasan (breathing), dan sirkulasi cairan serta darah di dalam tubuh (circulation).
●Memastikan tidak ada hambatan pada jalan napas pasien.
●Mengevaluasi kondisi dinding dada atau diafragma pasien.
●Mendengar dan merasakan suara napas pasien.
●Memberikan terapi oksigen high flow 15 L menggunakan masker non-rebreathing.
●Memberikan cairan kristaloid yang dihitung sesuai dengan luas luka bakar dan berat badan.
●Mengevaluasi status gangguan saraf berulang selama masa pemulihan.
●Pemasangan kateter urine untuk memantau jumlah dan warna urine.
●Pemasangan nasogastric tube (NGT). Jika diperlukan, dokter juga dapat menggunakan suction terutama pada pasien yang mengalami mual, muntah, nyeri perut, atau terdapat luka bakar lebih dari 20%.
●Pemberian obat antibiotik sistemik spektrum luas dan obat analgesik.
●Pemberian ATS (antitetanus serum) dan/atau toksoid untuk mencegah tetanus jika ditemukan indikasi.
●Terapi nutrisi untuk mengembalikan fungsi normal fisiologis, mempertahankan massa otot, mencegah infeksi dan malnutrisi, mengoptimalkan proses penyembuhan luka, serta mengurangi morbiditas dan mortalitas.
●Fasciotomy yang dilakukan bila ada indikasi tanda-tanda sindrom kompartemen.

Baca Juga  Bosan Telor Ceplok? Ini 3 Resep Telor Untuk Berbuka Puasa atau Sahur

Pencegahan Luka Bakar Akibat Sengatan Listrik

Langkah utama yang bisa dilakukan untuk mencegah luka bakar akibat sengatan listrik adalah menghindari kontak langsung dengan listrik atau bahan yang dapat mengalirkan listrik. Selain itu, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya luka bakar karena sengatan listrik adalah:

●Menggunakan sarung tangan karet jika harus kontak langsung dengan aliran listrik.
●Tidak menggunakan peralatan listrik yang sudah rusak.
●Segera mencabut perangkat listrik jika sudah selesai digunakan.
●Menjauhi peralatan listrik dari air.
●Tidak menggunakan perangkat listrik saat sedang berendam atau mandi.
●Menggunakan sepatu bersol karet dan alat pelindung diri yang tepat jika bekerja sebagai teknisi listrik.
(Dilansir dari Siloamhospitals.com)