Pulang ke gubuk kita, aku ingin mengistirahatkan penat ini. Memejamkan mata sebentar, setelah kutunaikan kewajiban sebagai umat. Namun, tatkala mata terbuka kembali, masih berat jua. Apakah ada yang salah, ya. Lupa makan, taklah. Lupa tidur, taklah. Lupa ngopi, iyalah, mungkin.

Dirimu mestilah tahu bila kepala berat, dibawa ngopi. Ternyata, setelah menghabiskan secawan kopi hitam, semua keberatan itu menghilang. Mataku bersinar lagi untuk menuangkan ide hal kebucinan. Dirimu telah membuat aku ketularan ngopi.

Dahsyatnya kopi, malah mataku terjaga berkelanjutan. Demi kesehatan, kupaksakan untuk tak melewati malam dengan melihat dan berpikir. Aku ingin memejamkan mata. Bermimpi indah mengisi khayalan yang tertunda. Semoga semua makhluk ikut berbahagia dalam tidurnya, termasuk dirimu nun di sana yang sedang berkendara.

Baca Juga  Tragedi SS Vyner Brooke, Perang Dunia II di Mentok (Tamat)

Fajar Indah, 10 Maret 2024