KONI pusat juga secara terus menerus akan melakukan koordinasi intensif dengan PB PON terutama dalam mempersiapkan venue dan lokasi pertandingan.

Babel Tuan Rumah IMAG?

Ketua KONI Babel Ricky Kurniawan yang bertugas menjadi pemandu acara di Rakorwil tersebut juga mencoba menjajaki kemungkinan Babel menjadi tuan rumah Indonesia Martial Arts Game (IMAG) ke-2 yang akan dilaksanakan di tahun 2025.

Menurut Ricky Babel bisa saja menjadi tuan rumah berdasarkan pengalaman ketika mengikuti IMAG pertama yang dilakukan di Bogor dan Bekasi akhir tahun lalu.

Jumlah cabor bela diri yang dipertandingkan ada 16 dengan atlet yang cukup banyak dari seluruh Indonesia. Sementara dengan persiapan yang baik semua venue dan tempat pertandingan masih bisa dilakukan di Bangka Belitung.

Baca Juga  Menanamkan Keterampilan 4C kepada Peserta Didik untuk Menyongsong Abad 21

Termasuk kemungkinan melibatkan dua pulau yaitu Bangka dan Belitung sebagai lokasi penyelenggaraan. Persoalan klasik untuk ini tentu saja pendanaan yang memang akan membutuhkan kerja sama sponsorship.

Menurut Ketua KONI Pusat Marciano Norman yang hadir bersama Wakil Ketua I, Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno mengakui kekompakan dan keakraban yang terjalin di antara pengurus KONI se Sumatera.

“Saya senang dan bangga dengan kondisi KONI di Sumatera ini. Mudah-mudahan hal seperti ini juga akan menjadi pendorong bagi para Ketua KONI di walayah-wilayah lain, “ ujarnya.

KONI saat ini sedang mengembangkan beberapa kegiatan olahraga. Bila PON akan lebih difokuskan pada olahraga yang dipertandingkan di olimpiade maka cabang olahraga lainnya akan didorong dengan pelaksanaan kegiatan-kegiatan baru. Seperti IMAG untuk pertandingan antar cabang olahraga beladiri.

Baca Juga  Opini: Menggali Antusiasme Pembaca terhadap Strategi Pemenangan Pilkada Serentak

Sedangkan Indonesia Beach Games akan dijadikan pertandingan untuk cabang olahraga yang banyak diselenggarakan di pantai. Sementara pertandingan yang diselenggarakan di dalam gedung-gedung olahraga akan disiapkan kejuaraan Indonesia Indoor Game.

Setelah mengikuti pertemuan para Ketua KONI se-Sumatera tersebut banyak hal yang jadi terlihat lebih jelas dan terang. Olahraga ternyata bukan hanya soal berlatih dan bertanding. Permasalahan yang dihadapi ternyata cukup banyak.

Mulai dari masalah keorganisasian, pendanaan, pembinaan prestasi sampai kepada mekanisme pengiriman atlet dan perhatian pemerintah setempat. Untuk itu para pengurus olahraga mulai dari tingkat cabang olahraga serta KONI tak lagi bisa bersantai-santai seperti di masa lalu.

Persaingan semakin ketat, tantangan juga tak kalah pelik. Bahkan seperti yang banyak dikeluhkan para ketua KONI yang hadir, belakangan ini masuk pula kepentingan-kepentingan politik praktis di daerah dalam penanganan olahraga.

Baca Juga  Media Gathering KONI, Ricky: Peran Media Sangat Penting Sukseskan Olahraga di Babel

Padahal hanya daerah yang benar-benar punya perhatian yang tinggi, serius dan fokus serta mampu menjalin kolaborasi yang bagus yang akan muncul sebagai peraih prestasi olahraga gemilang ke depan. Apakah kita sudah begitu? Anda pasti sudah bisa menjawabnya. Salam Tazkim.

Yan Megawandi, Wakil Ketua I KONI Babel