Renjana subuh, rasanya taktergambar, takterbayang, takterdeteksi. Apa oleh-olehmu untukku, sih. Jawabmu, takada. Oleh-olehnya renjana asmaraloka, cinta yang membahagiakan.

Duh, itu bukan oleh-oleh, itu kewajiban. Aku datang membawa cinta untukmu, begitu katamu padaku. Ternyata dirimu bisa bucin juga.

Renjana subuh, kidung cinta dari langit yang dikumandangkan, sebagai pembuka renjana hati. Menyambut kepulanganmu, menghilangkan hirap dalam harap. Garis sudut bibirku tertarik ke atas. Mataku menyipit, seperti ada bunga-bunga di sekelilingku.

Alhamdulillah, tak sendiri berterusan. Ada arjuna yang siap membela, menghalau bila ada musuh yang ingin mendekat.

Selamat berbahagia semuanya, selamat berbahagia kucing kecilku, selamat berbahagia semua makhluk, karena aku pun sedang berbahagia. Laksana dirimu jua.

Baca Juga  Perjalanan Sebutir Beras

Fajar Indah, 16 Maret 2024