Gegas merendahkan diri untuk sadar sejenak bahwa aku dan dirimu hanya hamba yang numpang hidup di bumi milik Allah semata. Dirimu pun berlalu ke masjid. Kita bermunajad dengan segenap asa yang kita bawa.

Biarlah, aku bukan seorang dirandra bila untuk dirimu. Tak apa, bila ia tak bersemayam dalam jiwaku, saat dirimu di sisi. Aku hanya akan menjadi fyneen atau bahkan puspa beraneka warna.

Menebarkan harum semerbak dan menambah nutrisi untuk netramu. Biarkan aku menikmati peran demi bakti pada Rabbku, meski di dunia semua adalah tentang anitya.

Kidung cinta dari langit, telah menyatukan kita menuju Rabb. Kidung cinta dari langit adalah lagu terindah untuk saling mengingatkan meski hanya lima waktu saja dalam sehari.

Baca Juga  Fly Me to The Rain

Aku dan dirimu, adalah kita, hingga bumi menerima jasad ini. Anitya dunia akan kita tinggalkan bila waktu itu tiba. Hingga masanya, akulah bidadarimu di syurga.

Fajar Indah, 16 Maret 2024