KAJIANISLAM, TIMELINES.ID– Selain pelaksanaan salat dan ibadah, kita banyak menjumpai beberapa kegiatan sosial yang dilaksanakan di dalam masjid oleh masyarakat, diantaranya adalah arisan.

Kegiatan arisan yang dilakukan di dalam masjid ini biasanya dipadukan dengan kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti tahlilan dan lainnya. Sebenarnya, bagaimana hukum mengadakan arisan di dalam masjid ini, apakah boleh?

Secara umum, mengadakan arisan sebagaimana kita ketahui di masyarakat adalah boleh. Menurut para ulama, arisan dengan sistem undian dan giliran termasuk perkara yang mubah dan tidak dilarang.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiah Al-Qalyubi wa Umairah berikut:

الْجُمُعَةُ ‌الْمَشْهُورَةُ ‌بَيْنَ ‌النِّسَاءِ بِأَنْ تَأْخُذَ امْرَأَةٌ مِنْ كُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْ جَمَاعَةٍ مِنْهُنَّ قَدْرًا مُعَيَّنًا فِي كُلِّ جُمُعَةٍ أَوْ شَهْرٍ وَتَدْفَعُهُ لِوَاحِدَةٍ بَعْدَ وَاحِدَةٍ، إلَى آخِرِهِنَّ جَائِزَةٌ كَمَا قَالَهُ الْوَلِيُّ الْعِرَاقِيُّ.

Baca Juga  Mengungkap Rahasia Mustajabnya Doa Seseorang

Adapun perkumpulan yang populer di antara sekelompok perempuan dengan gambaran seorang perempuan mengambil kadar tertentu dari perempuan yang lain dalam setiap perkumpulan atau setiap bulan, lalu kemudian diberikan kepada yang lain secara bergantian, maka hukumnya boleh sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-Iraqi.