Oleh: Anes Rozito, SE

Salat merupakan ibadah yang diwajibkan dalam agama Islam dan merupakan tiangnya agama. Salat suatu bentuk penghambaan manusia terhadap sang pencipta alam semesta yaitu Allah subhanahuwata’ala.

Sebagai seorang Muslim tentunya kita harus memperbaiki salat kita, sehingga ibadah salat yang dikerjakan berkualitas dan dapat menambah kekhusukan dalam ibadah itu sendiri.

Allah subhanahuwata’ala berfirman dalam Al Qur’an surah An nisa ayat 103 yang artinya “Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisa:103)

Dari ayat di atas sudah sangat jelas bahwa salat itu kewajiban yang harus dikerjakan, artinya jika tidak melaksanakannya maka akan mendapatkan dosa.

Baca Juga  KPU dan Bawaslu Diingatkan Tidak Melakukan Praktik Politik Transaksional dalam Rekrutmen Komisioner di Daerah

Menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziyah ada 5 level salat seseorang yaitu:

1. Mua’qab (disiksa)

Golongan orang yang tidak memperhatikan rukun dan syarat sahnya salat. Wudhu yang belum benar, mengabaikan azan dan seterusnya. Golongan ini cenderung malas untuk melaksanakan salat.

2. Mahasab (dihisab/diperhitungkan)

Dalam tingkatan ini seseorang sudah mampu menjaga waktu salatnya, begitu juga dengan rukun dan syarat sahnya juga ia pelajari tetapi hanya pada aspek lahirnya saja. salat nya tidak mampu mencegahnya dari perbuatan mungkar.