3. Mukaffar ‘anhu (diampuni dosa dan kesalahannya).

Golongan pada tingkatan ini adalah orang-orang yang sudah mampu menjaga salatnya baik lahir maupun batin dan juga senantiasa berperang melawan hawa nafsu.

4. Mutsabun (diberi pahala)

Golongan ini sudah mencapai tingkat istiqomah dan khusyuk dalam salat. shalat sudah bisa mencegahnya dari hati dan perbuatan yang buruk.

5. Muqarrab min rabbihi (dekat dengan Allah)

Golongan tertinggi. Orang orang yang ikhlas dan dekat dengan Allah. Salatnya bukan hanya berkualitas melainkan kuantitasnya melebihi dari keempat golongan yang lain.

Berdasarkan penjelasan Ibnu Qayyim Al-jauziyah mari kita intropeksi diri di level manakah salat yang sudah kita kerjakan selama ini. Jangan sampai ibadah salat yang kita kerjakan, waktu yang sudah kita siapkan untuk melaksanakan salat menjadi tidak bernilai di hadapan Allah Swt karena tidak diterimanya ibadah salat kita.

Baca Juga  Cara Wudhu Lengkap dengan Niat, Doa, dan Sunahnya

Oleh karena itu, mari perbaiki kualitas salat kita dengan memperhatikan rukun-rukunnya serta menjakannya dengan penuh keikhlasan dan tentunya sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad sallahu’alaihissalam. Karena ibadah yang tidak sesuai dengan tuntunan nabi tidak akan diterima oleh Allah subhanahuwata’ala.

Anes Rozito, SE, Fasilitator SDIT Alam Cahaya, Toboali, Bangka Selatan