Tak hanya itu, ada juga riset yang menyebutkan bahwa puasa dapat membantu mencegah resistensi insulin dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hal ini bisa menurunkan risiko terjadinya penyakit diabetes pada orang yang berpuasa.

4. Mengurangi risiko munculnya kanker

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa puasa bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan sel-sel kanker. Pasalnya, selama berpuasa, laju pembelahan sel dalam tubuh, termasuk sel-sel kanker, akan berkurang akibat terbatasnya asupan nutrisi.

Selain itu, metabolisme yang lebih baik juga diduga turut berperan dalam membuat sel kanker lebih susah tumbuh pada orang yang berpuasa. Meski demikian, manfaat puasa yang satu ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Ingat, untuk mencegah kanker, Anda juga dianjurkan untuk menjalani gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahat yang cukup, rutin berolahraga, mengurangi stres, serta tidak merokok dan menjauhi minuman beralkohol.

Baca Juga  Menghadirkan Generasi Qurani

5. Menjaga kesehatan mental

Tidak hanya baik bagi kesehatan fisik, puasa juga bermanfaat bagi kesehatan mental.

Pasalnya, puasa dapat membantu menurunkan kadar hormon stres atau kortisol serta merangsang hormon endorfin yang baik untuk meredakan rasa cemas. Hal ini diduga berkaitan dengan efek puasa yang dapat memperbaiki metabolisme tubuh.

Tak hanya itu, puasa juga akan membuat seseorang merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta. Hal ini bisa membuat perasaan dan suasana batin menjadi lebih tenang, sehingga pikiran akan lebih jernih. Jika tidak ada larangan atau kondisi medis yang mengganggu, puasa boleh dijalankan oleh siapa saja, bahkan ibu menyusui.

Memahami Puasa Interminten

Puasa interminten memiliki pola yang mirip dengan puasa Senin-Kamis. Kesamaannya ini terletak pada konsep diet yang diterapkan, yakni konsep diet 5:2 atau 5 hari tidak berpuasa dan 2 hari berpuasa. Tujuan puasa ini biasanya adalah untuk menurunkan berat badan.

Baca Juga  Hari Ini, Pemulangan Tahap II Para WNI Dari Sudan Telah TIba di Indonesia

Saat menjalani puasa interminten, Anda perlu membatasi asupan kalori dengan mengonsumsi hanya sekitar 500–600 kalori saja.

Puasa memang bisa memberi banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa puasa pun bisa menjadi berbahaya, jika Anda melakukannya tanpa makan sahur atau saat kondisi tubuh sedang tidak sehat.

Puasa juga umumnya tidak dianjurkan bagi orang yang memiliki penyakit atau kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal, kerusakan hati, tekanan darah rendah, kurang darah, diabetes, gangguan makan, dan daya tahan tubuh lemah.

Selain itu, ibu hamil atau menyusui serta orang yang sedang menjalani pengobatan tertentu, seperti kemoterapi, juga tidak disarankan untuk berpuasa. Begitu pula untuk orang yang berpuasa untuk alasan agama. Pada kondisi tersebut, batal puasa diperbolehkan.

Baca Juga  YBU Ranggung Bukber dengan 100 Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa di Payung

Oleh karena itu, jika Anda memiliki kondisi atau penyakit tertentu dan ingin berpuasa, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter. Hal ini penting untuk memastikan Anda bisa mendapatkan manfaat puasa dengan aman.(Dilansir dari Alodokter.com)