Besarnya fidyah adalah senilai dengan porsi ‘makan sempurna’ yang biasa dimakannya untuk menggganti satu hari puasa yang ditinggalkan dan sebaiknya dibayarkan pada hari di mana seseorang meninggalkan puasa tersebut. Namun, dapat pula dibayarkan di hari lain sampai hari terakhir bulan Ramadan atau setelah Ramadan.

Begitu pula tentang syariat puasa bagi anak-anak. Secara hukum aslinya, anak-anak belum termasuk dalam kelompok mukallaf yang dibebani kewajiban berpuasa.

Tetapi mereka tentunya dilatih dan dibiasakan untuk dapat mulai berpuasa. Imam Al Bukhari dalam shahihnya telah membuat bab khusus tentang puasa bagi anak-anak dan para sahabat Rasulullah saw yang juga melatih anak-anak kecil mereka untuk berpuasa.

Baca Juga  Bunda Wajib Tahu Janin 5 Bulan, Gerakan Janin Mulai Terasa

Tentang mulai umur berapa mereka mulai dilatih, tidak ada keterangan yang tegas, yang ada apabila mereka menangis, maka diberi makan. Usia yang ideal untuk melatih anak-anak berpuasa yaitu mulai umur tujuh tahun.

Akan tetapi bila sebelum umur tersebut sudah mampu maka boleh mulai dilatih dengan tetap memperhatikan kondisi si anak dan tidak memaksanya, tidak pula mencela pihak lain yang tidak mengambil sikap semacam ini.

Dalam hadis disebutkan anak-anak mulai diperintahkan salat sejak umur tujuh tahun sesuai dengan hadis Nabi saw. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ajarkanlah salat kepada anak-anak di umur tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika meninggalkan salat di umur sepuluh tahun.” (HR.Tirmidzi)

Baca Juga  3 HP Infinix Terbaru di Desember 2023, Wajib Masuk List

Kewajiban puasa bagi anak-anak tentunya sama dengan kewajiban salat bagi anak-anak. Mereka dididik dan dilatih untuk mulai berpuasa sejak berumur 7 tahun.

Tentunya 3 tahun sebagai masa latihan sebelum mereka menuju mukallaf di usia 10 tahun adalah waktu yang terasa cukup untuk membentuk sebuah kebiasaan dan karakter pada anak, sekaligus untuk memahamkan mereka tentang kewajiban dan syariat.

Nurrahmawati Ningrum, S.P., Wakil Kepala Sekolah SDIT Alam Cahaya, Toboali, Bangka Selatan