Oknum TNI AD Diduga Terlibat Kasus Penganiayaan di Kota Mentok, Begini Respons Danyon 147/KGJ
Setelah dianiaya, dengan dipukul, tendang serta di sudut dengan api. Asnadi mengaku sudah pasrah dan mengira akan meninggal dunia saat itu.
“Saya berpikir sudah mati hari itu, seluruh badan di pukul, sampai sekitar jam 8 (malam), nggak satu satu lagi (bergiliran) yang mukul. Pakai sepatu, pasti tentara itulah, karena cuma dia lah yang pakai sepatu,” ujarnya.
Bahkan saat dianiaya, Asnadi mendengar kalau dia mati, akan dicor dalam drum.
“Saya juga dengar kalau mati, cor sajalah isi di dalam drum, cuma tidak tahu karena mata diikat. Darah dari mata, mulut disumpal pakai plastik,” katanya.
Setelah selesai, Asnadi mengaku dibawa ke Polsek Mentok dan dipaksa menandatangani surat perjanjian damai, kemudian baru diantar pulang, pada Sabtu (30/3/2024) dinihari.
“Dibawa ke polsek, mata di buka, orang ramai lebih dari 10 orang, badan sudah benar-benar lemas. Yang seragam satu orang. Yang lain baju biasa. Sampai polsek, nggak nerima lagi, karena sudah babak belur, karena mungkin takut saya mati disana. Terus dibuat surat perjanjian damai, diancam saya. Sama tentara tadi,” katanya.
Sementara itu, Selvi yang merupakan adik dari Asnadi kaget bukan kepalang melihat kakaknya pulang dengan keadaan babak belur.
Menurut Selvi seorang pria yang mengaku bernama Aldi dan menggunakan seragam tentara itu, sudah sejak siang mencari kakaknya.
“Tentara itu nyarik rumah Nadi, terus saya suruh adik saya manggil Nadi, jadi karena merasa nggak salah, disamperin tentara itu tadi. Motor ini ayuk itu melihat di tinggal disana. Setelah itu nggak tau nadi kemana, diatar jam 1 malam,” ucap Selvi.
“Terus saya bilang, kenapa muka abang ku lah macamni, (diduga oknum tentara) masih makan seragam. Ayuk saya telfon terus nanya siapa yang antar, saya tanya Aldi namanya,” katanya.
Setelah itu, pihak keluarga korban langsung membawa Asnadi untuk berobat dan melakukan visum di Rumah Sakit Umum Daerah, yang rencananya akan dilaporkan ke Polres Bangka Barat.
“Kami tetap mau lanjut ke jalur hukum. Sampai orang itu bertanggung jawab lah. Ini kita berobat pakai biaya pribadi. Kalau damai atau nggak, kami serahkan ke abang Sedan, dia yang ngurus,” ucapnya. (**)
