BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Kasus penganiayaan berat yang dialami salah seorang warga di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masih menyisakan misteri siapa otak dan kawanan para pelaku.

Kalau berdasarkan pengakuan Asnadi, selaku korban, ada keterlibatan oknum Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Kabarnya, oknum TNI AD yang dimaksud berasal dari Kompi Senapan A Yonif/147 Kesatria Garuda Jaya (KGJ) Mentok, Babar.

Akan tetapi, informasi ini dibantah oleh Komandan Batalyon 147/KGJ Bangka, Letkol Inf Yokki Firmansyah. Hal ini disampaikan dirinya saat dikonfirmasi Timelines.id terkait insiden penganiayaan berat yang dilakukan oknum TNI AD dengan inisial ALD itu pada Senin (1/4/2024).

Baca Juga  Polisi Sebut Uang yang Digelapkan Oknum PHL Samsat Babar Capai Rp100 Juta Lebih

“Itu tidak benar dan saya sudah datang langsung dengan korban kemarin siang, malahan korban terima kasih atas kedatangan silaturahmi saya. Dan korban juga berterimakasih pada saat kejadian sudah diantar oleh oknum ALD ke rumah,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ketika memang insiden penganiayaan tersebut dilakukan oknum tadi, mana mungkin korban diantar ke rumah. Selain itu, kata dia, banyak sekali data dan fakta lain yang sudah disepakati bahwa tidak ada tindakan oknum TNI AD tersebut.

“Kalau oknum AlD yang mukul, mana berani mengantar ke rumah. Banyak sekali data dan fakta lain yang sudah kami sepakati mengatakan bahwa tak ada tindakan oknum TNI AD seperti yang dimediakan sebelumnya. Saya juga sudah buat berita klarifikasi bahwa seperti yang dimediakan sebelumnya adalah tidak benar,” kata dia.

Baca Juga  Kasus Lempar Martabak dan Penganiayaan Istri di Parittiga Berakhir Damai

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Muhammad Abdurrahman atau akrab disapa Menkiong belum dapat dimintai konfirmasi berkaitan dengan insiden penganiayaan yang dilakukan di bekas kediamannya di Kota Mentok.

Terlebih, beberapa pelaku dikabarkan merupakan anak buah Menkiong. Dilansir sebelumnya, Salah seorang pria atas nama Asnadi (40) warga Kecamatan Mentok, babak belur di sekujur tubuhnya, setelah diduga dianiaya pada Jumat (29/3/2024) lalu.

Asnadi mengaku, dirinya diculik dan dianiaya seseorang yang menggunakan seragam tentara, karena dituduh melakukan pencurian besi di kawasan proyek.

“Abang dibawa gonceng tiga, tentara megang abang dari belakang, baju dinas. Dibawa ke tempat proyek, saya dituduh maling besi. Saya bilang kalau maling tidak ada, tapi kalau minta sama operator PC bekas robohan kafe itu ada,” katanya, kepada awak media, Senin (1/4/2024).

Baca Juga  Pasar Buah dan Ikan di tugu Ketam Remangok Pangkalpinang Diklaim Sebagai Ikon Baru Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Dari tempat proyek, Asnadi mengaku dibawa ke salah satu rumah menggunakan mobil truk, dan kemudian disekap serta dianiaya hingga beberapa jam.

“Dia pakai baju dinas satu orang, ditampar dua kali wajah saya. Dilibas di paha pakai selang. Terus tangan saya diikat pakai lakaban, mata dilakban. Dari itu saya dibantai, semakin sore semakin ramai, ada yang datang bilang naah ada makanan,” ucapnya.