1. Memperbanyak salat Sunah dan Tahajud

Pada momen akhir Ramadan, Rasulullah saw memperbanyak salat sunah, mengurangi tidur, menghidupkan malam dengan ibadah, dan meningkatkan intensitas amalan baik. Hal itu tergambar dalam hadis riwayat Aisyah di atas: “Rasulullah saw biasa ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah,” (H.R. Bukhari dan Muslim).

2. Mengajak keluarga untuk Salat Malam

Sebagaimana disebutkan di atas, pada sepertiga akhir Ramadan, seorang muslim dianjurkan untuk mengajak keluarganya untuk menghidupkan salat malam, mulai dari salat Tarawih, Tahajud, hingga Witir.

3. Iktikaf di Masjid

Di 10 hari terakhir Ramadan, Rasulullah menganjurkan pengerjaan iktikaf di masjid. Hal itu berdasarkan teladan Nabi Muhammad saw dari hadis Aisyah ra, ia berkata: “Rasulullah saw beriktikaf pada sepuluh (malam) terakhir bulan Ramadan, hingga Allah memanggilnya”

Baca Juga  Kisah Jupri, Tukang Bangunan yang Tetap Semangat Kerja Meski Berpuasa

4. Mencari berkah Lailatul Qadar Lailatul Qadar

Keutamaan Lailatul Qadar digambarkan sebagai malam yang lebih baik daripada 1.000 bulan sebagaimana tergambar dalam surah Al-Qadr ayat 1-5. Lailatul Qadar selalu datang pada setiap Ramadan. Namun, tidak ada yang tahu kapan malam Lailatul Qadar secara spesifik.

Meski demikian, Rasulullah saw mengisyaratkan bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam ganjil di sepertiga akhir Ramadan, yakni pada tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan. “Barang siapa beribadah pada saat malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau,” (HR. Bukhari)

5. Memperbanyak Sedekah

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah pada 10 hari terakhir Ramadan. Menyumbangkan sebagian harta kepada orang yang membutuhkan termasuk keutamaan ibadah pada Ramadan. Hal ini sesuai dengan semangat infak (termasuk zakat) yang bertujuan untuk mempererat hubungan sesama manusia (hablum minannas), selain juga hubungan spiritual (hablum minallah).

Baca Juga  11 Menu Buka Puasa yang Nikmat dan Sehat

Allah Swt berfirman dalam surah As-Sajdah ayat 16: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka,” (QS. As-Sajdah [32]: 16).

6. Membaca Doa Penghujung Ramadan

Di penghujung Ramadan, Nabi Muhammad saw mengajarkan umat Islam untuk berdoa kepada Allah Swt sebagaimana hadis riwayat Jabir bin Abdillah. Doa penghujung Ramadan dilafalkan sebagai berikut:

Bacaan latinnya: “Allahumma laa taj’alhu aakhirol’ahdi min shiyaminaa iyyahu, fain ja’altahu faj’alnii marhuuman walaa taj’alnii mahruuman” Artinya: “Ya Allah, janganlah Kaujadikan Ramadan ini sebagai Ramadan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi.” Doa ini dapat dibaca di akhir Ramadan pada malam takbiran. Doa tersebut merupakan permohonan agar pembacanya memperoleh ampunan, serta diberi usia panjang untuk bertemu dengan Ramadan tahun berikutnya.

Baca Juga  Pemkab Bangka Barat akan Gandeng Perusahaan Sawit Subsidi Sembako di Pasar Murah

Nur Annisaa, S.Pd, Fasilitator SDIT Alam Cahaya, Toboali, Bangka Selatan