Empat Syarat Agar Aktivitas Kerja Dinilai sebagai Amal Ibadah
“Selain dengan niat gunakanlah cara-cara yang baik dalam bekerja agar hasil yang didapat dari pekerjaan tersebut menjadi berkah,” tuturnya.
3. Jangan Tinggalkan Ibadah yang Wajib
Dalam melakukan aktivitas pekerjaan seseorang juga dituntut untuk menunaikan kewajiban melaksanakan ibadah yang wajib seperti sholat. Sehingga jika waktu sholat datang berhentilah sejenak untuk menunaikan kewajiban, melaksanakan sholat lima waktu.
Inilah kemudian yang menjadi kunci agar aktivitas pekerjaan bisa dinilai sebagai ibadah dan ladang amal pahala karena sesungguhnya Allah yang Maha Pemberi Rezeki.
“Kalau kita berjualan tidak usah khawatir dagangan kita tidak beli oleh orang sehingga harus berbohong, biasa saja. Yakinkan dalam hati bahwa Allah lah yang Maha pemberi rezeki, maka dia tidak harus berbohong,” jelasnya.
4. Mencari Rezeki untuk Bekal Ibadah
Menunaikan ibadah merupakan tujuan daripada diciptakannya manusia di muka bumi ini. Maka segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan di dunia ini adalah bertujuan untuk melaksanakan ibadah, termasuk bekerja yang dimaksudkan agar dapat membekali diri untuk melaksanakan ibadah.
“Kita mencari rezeki jelas untuk bekal ibadah, di sana ada yang wajib nafkah dan zakat, ada yang sunnah yakni sedekah dan wakaf. Kalau demikian, insyaallah makin hari makin berkah,” tukasnya.(Dilansir dari Jabar.nu.or.id)
