Cara Mengatasi Ketindihan saat Tidur, Nomor 3 Jadi Bagian Penting
TIMELINES.ID– Apakah Anda pernah mengalami ketindihan saat tidur? Ketindihan saat tidur adalah kondisi dimana tubuh tidak bisa digerakkan dan hilangnya setengah kesadaran.
Dalam dunia medis, ketindihan juga disebut dengan istilah sleep paralysis, yaitu fenomena yang terjadi ketika kerja otak dan tubuh tidak selaras.
Sleep paralysis juga menjadi tanda jika seseorang tidak dapat tidur nyenyak di malam hari, sehingga mudah terbangun saat tiba pada fase REM atau mengistirahatkan otot tubuh.
Untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi ketindihan saat tidur atau sleep paralysis, yuk, simak artikel berikut ini!
Apa itu Ketindihan Saat Tidur?
Ketindihan saat tidur atau sleep paralysis adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang memiliki kesadaran, tetapi tidak mampu menggerakkan tubuhnya atau berbicara saat tidur.
Ketindihan saat tidur menyebabkan seseorang sulit bernapas selama beberapa saat dan sebagian tubuhnya lumpuh dalam beberapa waktu.
Menurut sebuah penelitian dalam Journal of Clinical Medicine, ketindihan menurut medis adalah ketidakmampuan seseorang untuk bergerak saat tidur, tetapi dirinya memiliki kesadaran akan lingkungan sekitarnya.
Kondisi ini bisa terjadi pada fase REM, yaitu saat sedang bermimpi dan tubuh tengah mengistirahatkan otot-ototnya.
Pada saat itu, mekanisme tubuh dan otak bekerja secara tidak seimbang yang mengakibatkan seseorang lumpuh selama beberapa detik atau menit.
Orang yang mengalami ketindihan saat tidur akan kesulitan untuk bernapas, bergerak, dan seolah melihat sesuatu dalam ruangan.
Itulah sebabnya, banyak yang beranggapan jika saat ketindihan, seseorang bisa melihat hantu. Padahal, kondisi tersebut terjadi karena sedang terbangun di tengah mimpi, sehingga menimbulkan perasaan waspada
Penyebab Ketindihan Saat Tidur
Penyebab sleep paralysis yang utama adalah karena proses sinkronisasi antara tubuh dan otak tidak berjalan dengan normal saat tidur.
Nah, pada saat tidur, ada dua fase yang harus Anda lewati, yaitu NREM dan REM. Fase NREM akan membuat tubuh dalam keadaan rileks.
Sementara itu, fase REM juga membuat tubuh lebih rileks, tetapi mata bergerak secara cepat.
Di antara fase inilah, seseorang terkadang akan terbangun, sedangkan otaknya masih tertidur, sehingga otot pun juga dalam keadaan lumpuh.
Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab ketindihan saat tidur. Selain itu, terdapat penyebab sleep paralysis lainnya, yaitu sebagai berikut.
●Posisi tidur yang salah, yaitu ketika berbaring atau telentang.
●Memiliki riwayat gangguan mental.
●Mengidap narkolepsi, insomnia, dan gangguan tidur lainnya.
●Memiliki pola tidur yang tidak teratur.
●Memiliki riwayat penyakit obstructive sleep apnea, sehingga jalannya napas tersumbat saat tidur.
Gejala Sleep Paralysis
Terdapat beberapa tanda yang bisa Anda rasakan ketika ketindihan saat tidur atau sleep paralysis.
Adapun sejumlah gejala sleep paralysis adalah sebagai berikut.
●Berada dalam kondisi terjaga atau memiliki kesadaran.
●Mampu menyadari jika ototnya tidak dapat digerakkan.
●Adanya halusinasi yang berbeda dengan mimpi biasa.
Jenis-Jenis Ketindihan Saat Tidur
Ketindihan saat tidur terbagi menjadi dua jenis. Adapun penjelasan dari jenis-jenis sleep paralysis adalah sebagai berikut.
1. Hypnagogic Sleep Paralysis
Hypnagogic sleep paralysis adalah ketindihan saat tidur yang terjadi pada fase bangun menuju terlelap.
Pada fase ini, tubuh masih dalam kondisi sadar dan akan terlelap secara perlahan-lahan, tetapi otak menganggap jika Anda telah tertidur pulas.
2. Hypnopompic Sleep Paralysis
Hypnopompic sleep paralysis adalah kondisi ketindihan yang terjadi saat Anda bangun pada fase REM atau sedang bermimpi.
Akibatnya, otak akan memberikan perintah kepada tubuh untuk bergerak dan bangun.
