Teguh juga mengungkapkan, awalnya ponton dan alat tambang yang beroperasi cuma ada 6. Namun, sekarang sudah ada puluhan.

“Awalnya cuma 6 dan gak ada alat tambang kecil. Tapi, ini rajuk capai 20 ditambah dengan yang dirakit. Terus, yang TI kecil mencapai belasan, jangan sampai warga marah dan anarkis, apalagi yang nambang ini dari daerah luar Berok,” tuturnya.

Ia berharap dan mengimbau agar masyarakat yang menambang di Punguk-Kenari-Merbuk segera membereskan alatnya, agar tidak memancing amarah warga Berok dan tidak ditangkap oleh pihak berwajib.

“Tolong untuk segera dibereskan,” pungkasnya.

Baca Juga  Kakek 76 Tahun di Bangka Tengah Diciduk usai Dilaporkan Setubuhi Anak