Maka jiwa dan rahasia puasa, ialah melemahkan kekuatan yang menjadi jalan setan dalam mengembalikan kepada kejahatan. Dan yang demikian itu, tidak akan berhasil, selain dengan menyedikitkan makanan. Yaitu: memakan makanan yang dimakan tiap-tiap malam jikalau tidak berpuasa.

Dalam segi ilmu kedokteran masa kini dan masa lalu telah banyak bukti bahwa “imsâk” (menahan lapar) mempunyai pengaruh luar biasa yang tidak bisa dipungkiri dalam penyembuhan (remedi) berbagai macam penyakit. Hanya sedikit para dokter yang tidak menyinggung kenyataan ini dalam tulisan-tulisannya.

Pendidikan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan sering juga disebut مدرسه تربيه (Madrasah tarbiyah) yaitu bulan pendidikan. Banyak faktor yang mendorong seseorang untuk belajar di bulan Ramadhan. Dorongan reward pahala yang banyak salah satunya. Seseorang akan lebih rajin beribadah ke masjid atau di rumah jika datang bulan Ramadhan.

Baca Juga  Hukum Wudhu Pakai Air yang Terkena Limbah

Hal ini merupakan latihan untuk merubah diri pada aspek sikap sehingga dapat bersikap lebih baik. Selain itu, larangan-larangan yang ada di bulan Ramadhan menjadi faktor terjadinya perubahan pada diri seseorang. Namun yang perlu diingat adalah bulan Ramadhan merupakan proses untuk berlatih melakukan perubahan.

Latihan tersebut selayaknya akan menjadi kebiasaan dan terbawa setelah selesai bulan Ramadhan. 30 hari bulan Ramadhan merupakan proses mendidik dan belajar hingga akan terlihat keberhasilan proses Pendidikan setelah selesai bulan Ramadhan.

Di bulan Ramadhan juga kompleks perubahan yang terjadi. Pengetahuan seseorang juga ditambah melalui kegiatan-kegiatan seperti pengisian rohani, kultum, pengajian dan sejenisnya. Keterampilan dan sikap juga dilatih untuk diperbaiki. Selain ibadah puasa yang melatih kesabaran, kepekaan hati dan kedermawanan juga tidak lepas untuk dididik di bulan Ramadhan.

Baca Juga  10 Amalan Sunnah Sempurnakan Puasa Ramadhan

Namun sekali lagi, selama bulan Ramadhan merupakan proses Pendidikan yang memiliki tujuan adanyan kebiasaan yang baik. Ketercapaian tujuan pendidikan dapat terlihat setelah proses tersebut selesai yaitu setelah selesainya bulan Ramadhan.

Selama bulan Ramadhan, umat Muslim dididik untuk melakukan berbagai kebaikan. Melalui latihan yang berulang-ulang, diharapkan menjadi kebiasaan (habit) yang terbawa setelah selesainya bulan Ramadhan. Akan terlihatlah keberhasilan tujuan pendididikan yang dilalui oleh seorang muslim selama mengikuti tarbiah di bulan Ramadhan. Fenomena yang terjadi memang banyak yang disayangkan, banyak yang dipertemukan dengan bulan Ramadhan tahun ini namun tidak optimal menjalani proses Pendidikan dibulan Ramadhan.

Hal ini juga sebagai pengingat bagi penulis dan tentu untuk kita semua, sudah sejauh mana kualitas ibadah kita hingga saat ini. Bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi, mari kita optimalkan kualitas ibadah kita. Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, di akhir-akhir bulan Ramadhan beliau mengencangkan ikat pinggang dalam arti memperbanyak ibadah kepada Alloh.

Baca Juga  Lestarikan Adat Tujuh Likur di Desa Mancung, PT Timah Tbk Berpartisipasi Jaga Tradisi di Bulan Ramadhan

Di akhir tulisan ini, penulis mengajak kepada kita semua marilah kita bersungguh dalam menapaki sisa bulan Ramadhan tahun ini. Berikan yang terbaik, karena belum tentu kita dipertemukan Kembali dengan Ramadhan tahun depan.

Bulan Ramadhan mendidik, di mana tujuan pendidikan yang tertuang dalam undang-undang sisdiknas dapat tercapai melalui kegiatan di bulan Ramadhan bahkan lebih dari pada itu. Namun, kita tetap terus berharap dan berdoa semoga kita dipertemukan Kembali dengan bulan Ramadhan tahun depan. Amiin ya Robbal’alamin.(Dilansir dari Jabar.nu.or.id)