Oleh karena puasa Ramadhan itu tidak bisa dilihat orang lain, hanya dia dan Allah saja yang tahu maka celah setan untuk membuat yang berpuasa ujub, riya & ingin dipuji orang hilang. Makanya dalam hadis disebutkan “setan dibelenggu” ya karena dia tidak bisa merusak keikhlasan yang berpuasa dengan siafat2 yang tadi.

Karena hanya orang yang berpuasa dan Allah saja yang tahu maka selama berpuasa perasaan dilihat dan diperhatikan oleh Allah hadir dalam kesadarannya.

Selama berpuasa (hampir 14 jam) kita merasakan dilihat dan diperhatikan oleh Allah sehingga kita tidak bisa melakukan sesuatu yang membatalkan puasa meski tidak ada orang lain yang melihat. Inilah esensi taqwa, kita merasa dilihat dan diperhatikan oleh Allah sehingga perilaku kita dijaga agar tidak melanggar apa yang Allah larang.

Baca Juga  5 Hal yang Dapat Gugurkan Pahala Puasa Ramadhan

Perasaan ini selalu hadir selama kita berpuasa. Padahal ketika shalat yang beberapa menit saja sulit sekali menghadirkan rasa ini, tapi dalam puasa rasa ini hadir secara alami.

Setelah setiap hari selama sebulan kita dilatih untuk merasa dilihat dan diperhatikan oleh Allah diharapkan ketika Ramadhan selesai rasa ini sudah menjadi hal yang melekat dalam hati.

Wallahu ‘alam

(Dilansir dari Jabar.nu.or.id)