Ia juga mengungkapkan, para penambang ini bekerja saat malam hari dan ada juga bekerja pada siang hari. Bahkan, di lapangan saat memberi peringatan, ada puluhan TI Tungau (kecil) dan belasan TI Rajuk (besar).

“Mereka bekerja malam hari saat kami tidur dan mereka berasal dari luar berok. Kami warga berok saja tunduk dengan peraturan dan tidak mau nambang disana. Mereka ngancurin daerah kami seenaknya,” ungkapnya.

“Kalau warga sudah beduyun-duyun turun ke belakang untuk membubarkannya artinya kami memang sudah tak tahan lagi,” ucapnya.

Terpisah, Lurah Berok Teguh Prabowo mengatakan jika dirinya sudah berkoordinasi dengan semua pihak untuk membubarkan tambang ilegal tersebut, namun belum ada respon.

Baca Juga  Geger! 2 Jasad Ditemukan Mengapung di Perairan Sungaiselan

“Saya sudah bersurat, sudah lapor dan sudah koordinasi namun memang belum ada tanggapan. Tapi karena warga Berok sudah berbondong-bondong ke saya maka saya akan tuntaskan ini segera,” pungkasnya.