Masrura Soroti Dunia Pariwisata Bangka Barat: Bidik Target Secara Luas
“Kalau bicara pariwisata harus ada tempat atraksi bukan hanya untuk dilihat, oke Mentok ini bagus Tanjung Kalian bagus, tapi tidak ada aktivitas. Makanya perlu ditampilkan atraksi,” cetus dia.
Bahkan menurut Masrura, selain Bukit Menumbing memang sudah memiliki potensi untuk dikembangkan, proses peleburan timah di Unmet Mentok pun bisa dijadikan wisata industri karena hal itu menarik dan banyak orang ingin mengetahuinya.
“Atau seperti tarian dan kebudayaan upacara adat perang ketupat di Tempilang. Nah hal – hal seperti itu atraksi, orang datang karena menarik,” ujarnya.
Di samping itu menurut Ketua Bidang Litbang dan SDM di DPP Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia ( ASITA ) ini, Bangka Belitung belum memiliki tourism road map atau peta rute pariwisata.
Padahal peta itu penting untuk memandu wisatawan atau pengunjung dari luar daerah ketika bertandang ke Bangka Belitung.
“Misalnya saya dari Jakarta datang ke Pangkalpinang, hari pertama saya mau kemana? Lihat apa? Hari kedua saya mau kemana liat apa?,” katanya.
Tourism road map itu menurutnya harus dibuat oleh pemerintah provinsi, sedangkan kabupaten/kota harus terintegrasi sebagai bagian dari provinsi itu.
“Kayaknya itu harus segera karena kita nggak bisa hanya kita aja yang ngembangin Bangka Barat. Karena harus terintegrasi dengan Pangkalpinang karena airport di sana
Kita harus punya tourism road map yang dibuat oleh pemprov, di mana Bangka Barat dan kabupaten/kota lainnya bagian dari situ,” tutup Masrura.
