Kata yang sederhana menafsirkan kutipan tersebut adalah ketika memimpin kita harus tekankan dalam diri dan diaktualisasikan bahwa kepentingan organisasi atau kelompok (orang banyak) berada di atas kepentingan pribadi. Sehingga menjadi pemimpin bukan lagi soal cara kita mencapai kepentingan pribadi atau golongan tertentu.

Tapi bagaimana kita mewujudkan harapan dan cita-cita orang yang berada pada ranah yang kita pimpin. Di lingkungan kampus, ranahnya memimpin Hmpinan Mahasiswa (HIMA) Jurusan adalah jurusannya, dan ranah yang harus ditebarkan kemanfaatan didalamnya adalah jurusan baik itu mahasiswa, dosen ataupun Instansinya.

Kemudian ketika memimpin BEM Fakultas adalah fakultas, sehingga kewajiban memberikan kemanfaatan dari roda organisasi adalah fakultasnya. Selain itu, ketika organisasi eksternal kampus, maka roda organisasi yang ia jalankan adalah untuk bermanfaat bagi organisasinya serta masyarakat tingkatan organisasi tersebut.

Baca Juga  5 Kegiatan Ramadan di Sekolah yang Bermanfaat bagi Siswa

Namun apa, ralitasnya hingga saat ini adalah banyak organisasi yang dipimpin oleh orang yang tidak sadar akan tupoksi itu. Mereka memimpin di bawah kendali orang lain untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu tanpa memikirkan secara luas.

Saya sebagai bagian atau unsur dari para mahasiswa di Bangka Belitung, memandang bahwa dinamika dan pola berpikir kita dalam berorganisasi haruslah dibuka dengan lebar untuk kepentingan bersama. Ketika kita memimpin organisasi di sebuah kampus, coba tinggalkan embel-embel backgroundmu di gerbang kampus.

Berpikirlah bahwa kita adalah pemimpin organisasi di kampus tersebut, sehingga mahasiswa dari kalangan apapun dengan latar belakang apapun haruslah kita rangkul tanpa pandang bulu. Namun sebaliknya, ketika anda berorganisasi di luar kampus (eksternal), maka jangan pilah pilih dalam merangkul orang lain karena background sebuah kampus.

Baca Juga  Budaya Organisasi Pemerintah Dipengaruhi Karakteristik Wilayah

Memang saya lihat saat ini, faktanya adalah kebalikan dari keharusan yang saya argumentasikan itu. Namun, saya pastikan dengan itu roda organisasi akan lebih berwarna. Karena tidak ada sekatan-sekatan yang menjadi dinding antara setiap orang karena backgroundnya di luar atau pun diluar kampus.

Keuntungannya adalah relasi yang terbangun tidak hanya pada golongan atau kelompok-kelompok kapal yang anda kendarai atau anda tumpangi. Bahkan relasi yang dirajut dapat dalam lintas organisasi dan justru akan menciptakan new experience dalam berorganisasi dan berelasi.

Kalau bisa merubah mindshet berpikir coba untuk merubahnya ke arah tersebut. Karena khawatirnya sebuah organisasi suatu saat akan krisis kepemimpinan jika pemimpinnya bukan dididik atau dibentuk untuk belajar tapi hanya dikendalikan untuk bergerak.

Baca Juga  Implementasi BSAN Berdasarkan Regulasi Terbaru Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Marwan, Mahasiswa Hukum UBB