Hal tersebut menyebabkan gejala anemia aplastik bervariasi, tergantung dari sel darah yang terdampak. Namun, gejala umum dari anemia aplastik adalah sebagai berikut:

●Demam.
●Lemas.
●Pucat.
●Sakit kepala atau pusing.
●Jantung berdebar-debar.
●Sesak napas.
●Memar-memar.
●Perdarahan, seperti mimisan.
●Mudah terkena infeksi penyakit.

Diagnosis Anemia Aplastik

Dokter akan melakukan beberapa tindakan untuk mendiagnosis seseorang mengalami anemia aplastik. Tindakan tersebut antara lain:

●Wawancara medis, dilakukan dengan menanyakan keluhan pasien beserta riwayat penyakit yang diderita.
●Pemeriksaan fisik, dilakukan dengan memeriksa fisik pasien untuk melihat gejala anemia aplastik yang muncul.
●Pemeriksaan laboratorium, dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien lalu memeriksakannya ke laboratorium untuk mendeteksi kadar leukosit, trombosit, eritrosit, dan sel darah lainnya secara lengkap.
●Prosedur biopsi, yaitu skrining sumsum tulang dengan mengambil sampel jaringan sumsum tulang untuk diperiksa di bawah mikroskop.
●Prosedur aspirasi, yaitu skrining sumsum tulang dengan mengambil sampel cairan sumsum tulang untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Baca Juga  5 Jenis Buah Untuk Sarapan, Enak dan Praktis

Pengobatan Anemia Aplastik

Pengobatan anemia aplastik akan dilakukan oleh dokter tergantung dari tingkat keparahannya. Tindakan yang umumnya akan dilakukan oleh dokter untuk menangani anemia aplastik adalah sebagai berikut:

●Terapi antibiotik dan antivirus, dilakukan apabila pasien anemia aplastik berisiko tinggi atau telah terserang infeksi.
●Imunosupresan, yaitu pemberian obat imunosupresan, seperti ciclosporin dan kortikosteroid, untuk mencegah terjadinya kerusakan sumsum tulang karena penyakit autoimun.
●Transfusi darah, untuk mencukupi sel darah pada pasien anemia aplastik.
●Transplantasi sumsum tulang, untuk menggantikan sel sumsum tulang yang rusak dengan yang sehat.

(Dilansir dari Siloamhospitals.com)